Kamis, 4 Juni 2026

Jangan Asal Nyinyir! Tidak Semua Orang Bisa Tarawih di Masjid, Ini Nasihat Gus Baha

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 8 Maret 2025 | 05:00 WIB
Nasihat Gus Baha agar tidak nyinyir kepada orang yang tidak bisa sholat tarawih. (NU.or.id)
Nasihat Gus Baha agar tidak nyinyir kepada orang yang tidak bisa sholat tarawih. (NU.or.id)

SketsaNusantara.id - Setiap bulan Ramadhan tiba, sering terdengar sindiran bagi mereka yang tidak sholat tarawih di masjid.

“Rugi, setahun sekali kok nggak tarawih berjamaah,” kata sebagian orang.

Namun apakah mereka pernah berpikir, ada yang tidak bisa tarawih bukan karena malas, tapi karena harus bekerja?

Baca Juga: Bikin Awet Muda, Inilah 9 Amalan di Bulan Ramadhan dari Gus Baha agar Ibadah Puasa Jadi Lebih Maksimal Pahalanya

Di luar sana, ada satpam yang berjaga semalaman agar lingkungan tetap aman. Ada penjaga toko yang harus melayani pelanggan hingga larut.

Ada juga tukang ojek yang mengantarkan penumpang, tukang parkir yang memastikan kendaraan aman, dan banyak lagi pekerjaan malam lainnya.

Mereka mungkin ingin tarawih di masjid, tapi apa daya? Mereka sedang menjalankan kewajiban lain yang tak bisa ditinggalkan.

Baca Juga: Tersenyum saat Sholat, Dosa atau Tidak? Ustadz Abdul Somad dan Gus Baha Punya Jawaban Mengejutkan

Dikutip dari unggahan akun Instagram @jumiinah7345, KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, pernah mengingatkan, tarawih itu sunnah, sementara mencari nafkah adalah kewajiban.

Menghindari diri dari kemiskinan agar tidak menjadi beban orang lain, justru adalah hal utama dalam Islam. Lalu, mengapa masih ada yang dengan mudahnya menghakimi mereka yang tidak ke masjid?

Dalam Islam, bekerja untuk mencari nafkah yang halal adalah bentuk ibadah. Bahkan, seseorang yang bekerja keras untuk keluarganya dianggap sebagai pejuang di jalan Allah.

Baca Juga: Meminta atau Mendikte Allah? Gus Baha Ungkap 2 Adab dalam Doa: Berdoa Itu yang…

Nabi Muhammad SAW pun menegaskan, tangan yang di atas (memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (meminta).

Lantas, apakah pantas kita menganggap orang yang bekerja di malam hari sebagai orang yang “rugi” hanya karena tidak tarawih di masjid? Bukankah mereka juga sedang beribadah dalam bentuk yang berbeda?

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X