SketsaNusantara.id - Presiden RI, Prabowo Subianto belakangan ini ramai jadi gunjingan publik usai menyampaikan pidato pada perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra.
Pidato Prabowo menuai kontroversi dan seketika ramai jadi perbincangan warganet termasuk soal public speaking Presiden yang dipertanyakan.
Aktor sekaligus musisi yang vokal mengkritik soal pemerintah, Fedi Nuril pun ikut menyoroti gestur Prabowo yang dinilai mirip anak-anak.
Dalam video yang diunggah ulang di akun X miliknya, Fedi Nuril merasa malu karena perkataan Presiden 'Ndasmu' ditambah dengan gestur menye-menye mencibirkan mulut yang yang dinilai kurang pantas dilakukan di hadapan publik.
"Ada orang pintar, ngomong kabinet ini kabinet gemuk, terlalu besar, Ndasmu!" kata Prabowo sambil mencibirkan mulutnya sambil geleng-geleng dalam video viral.
Aktor yang dijuluki duta poligami itu juga kecewa pada tamu undangan yang ikut tertawa bahkan merasa bangga mendengar pidato presiden padahal Prabowo memakai kata-kata kasar yang merujuk pada olok-olok, hinaan bahkan terkesan mengumpat.
"Gue malu Presiden RI yang sudah berumur 73 tahun berpidato menggunakan gestur ala bocah 'nye...nye...nye' (terlalu besar) dan ngomong, 'ndasmu'. Di ruangan itu reaksinya banyak yang ketawa pula," tulis Fedi Nuril dikutip SketsaNusantara.id dalam cuitannya di akun X @fedinuril yang diunggah hari Minggu, 16 Februari 2025.
Postingan Fedi Nuril sempat menuai kritik dari warganet yang meminta sang aktor untuk menghargai masyarakat lain yang merasa bangga pada pidato Presiden.
"Hak mu untuk malu, orang lain juga berhak untuk bangga," komentar akun X @doublepaijo yang seketika mendapat balasan dari Fedi Nuril.
"Ada yang bangga dengan gestur berpidato Presiden yang kaya Bocah 'nye...nye...nye' begini?" balas Fedi Nuril sambil mengunggah video pidato Prabowo dengan gestur menye-menye saat berikan sambutan di acara Harlah NU sepekan lalu.
Cuitan Fedi Nuril pun mendapat beragam tanggapan dari netizen. Banyak warganet menyoroti kata-kata "Ndasmu" yang kerap diucapkan Prabowo padahal perkataan tersebut dinilai tak sopan disampaikan di hadapan publik.