SketsaNusantara.id - Pemerintahan Prabowo Subianto memutuskan untuk melakukan efisiensi anggaran APBN 2025.
Lewat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, Prabowo Subianto memerintahkan untuk penghematan APBN sebesar Rp306.695 triliun.
Selain Prabowo, Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump juga melakukan hal serupa.
Bahkan Donald Trump telah menunjuk Elon Musk untuk memimpin departemen efisiensi pemerintah.
Kendati sama-sama melakukan efisiensi anggaran, namun terdapat sejumlah perbedaan antara kebijakan Prabowo dan Trump tersebut.
Hal ini pun disorot oleh aktivis sekaligus jurnalis, Dandhy Laksono.
Lewat unggahan di akun Instagramnya pada Senin, 10 Februari 2025, sutradara film dokumenter Sexy Killer ini mengungkapkan perbedaan mendasar dari kedua kebijakan tersebut.
“Di Amerika, pemangkasan anggaran ala Trump juga menyasar Pentagon. Di Indonesia, semua dipangkas kecuali ‘alat gebuk’nya,” tulis Dandhy seperti dikutip SketsaNusantara.id.
Dandhy menyindir kebijakan efisiensi anggaran Prabowo Subianto yang tidak menyasar ke-16 kementrian dan lembaga berikut.
Seperti yang diketahui, terdapat 3 kementrian dan 13 lembaga yang tidak kena pemangkasan anggaran.