SketsaNusantara.id - Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan atau Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan investasi PT Asuransi Jiwasraya.
Dalam konferensi pers yang digelar Kejaksaan Agung pada Jumat, 7 Februari 2025, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyatakan bahwa penetapan tersangka didasarkan pada bukti yang cukup terkait peran Isa saat menjabat sebagai Kepala Biro Perasuransian di Bapepam-LK periode tahun 2006—2012.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan investigasi, terhitung kerugian negara yang ditimbulkan akibat kasus korupsi ini ditaksir mencapai Rp16,8 triliun.
Menilik dari situs resmi Kemenkeu RI, Isa Rachmatarwata memulai kariernya di Kementerian Keuangan pada tahun 1991 lalu.
Pria asal Jombang itu telah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (2017-2021) dan Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal (2013-2017).
Resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Jiwasraya, kekayaan Isa Rachmatarwata pun tak luput jadi sorotan publik.
Baca Juga: Siapa Paulus Tannos? Profil Lengkap Sosok Buronan Kasus Korupsi e-KTP yang Ditangkap di Singapura
Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat di situs Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui kekayaan Isa mengalami peningkatan drastis sejak tahun 2014.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs e-LHKPN KPK, tercatat bahwa Isa Rachmatarwata memiliki kekayaan dengan total Rp 862,9 juta.
Kekayaan tersebut naik drastis usai Isa melaporkan LHKPN pada tahun 2019 lalu usai diangkat menjadi Direktur Jenderal Kekayaan Negara.
Baca Juga: BRI Gandeng KPK, Perkuat Komitmen Anti Korupsi di Dunia Bisnis
Dalam LHKPN per tahun 2019, Isa Rachmatarwata memiliki kekayaan sebesar Rp 9,6 miliar yang sebelumnya hanya memiliki harta Rp862 juta pada tahun 2014.
Menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran sejak 12 Maret 2021, kekayaan Isa kembali menunjukkan kenaikan drastis hingga tembus puluhan miliar pada tahun 2023.