SketsaNusantara.id - Jeritan rakyat makin nyaring di tengah kelangkaan LPG 3 Kg yang terjadi di beberapa daerah.
Berbagai video antrean pembelian gas melon 3 Kg viral di beberapa platform sosial media.
Bahkan ada warga yang rela antri berpanas-panasan demi untuk mendapatkan LPG 3 Kg hanya untuk memasak keesokan harinya.
Berdasarkan video yang viral dan diunggah oleh akun X @suka_kopi1 terlihat warga Cipondoh harus mengantre ratusan meter hanya untuk mendapatkan 1 tabung gas melon.
Ada pula video yang memperlihatkan warga tidak dapat membeli LPG 3 kg meski sudah datang ke pangkalan, alasannya LPG yang ada sudah dibooking orang.
Menanggapai polemik kelangkaan LPG 3 Kg di lapangan, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memberikan respon menarik.
Bahlil mengatakan bahwasannya pemerintah tidak mengurangi jumlah subsidi LPG 3 Kg.
Pemerintah bersama dengan Pertamina sedang memaksimalkan perbaikan sistem penjualan gas melon agar tepat sasaran.
Menurut politisi Golkar itu, penjualan gas melon di pengecer selama ini tidak lagi dapat dikontrol pemerintah sehingga harga yang diterima masyarakat lebih mahal.
Sebagai informasi bahwa per 1 Februari 2025 lalu pemerintah telah menerapkan kebijakan baru terkait distribusi gas LPG 3 Kg atau gas melon.
Masyarakat diwajibkan membeli gas melon ke pangkalan atau agen resmi tidak lagi ke pedagang eceran.
Kebijakan baru inilah yang membuat gas melon mendadak menjadi langka di beberapa daerah.