Di sisi lain, Agus juga menegaskan bahwa proses rekrutmen prajurit TNI dilakukan secara transparan tanpa intervensi dari pimpinan militer. Ia menepis anggapan bahwa anak prajurit lebih mudah diterima di Akademi Militer.
Ia juga mengingatkan agar para prajurit aktif tidak menggunakan pengaruhnya untuk meloloskan anak mereka jika tidak memenuhi standar seleksi.
"Enggak ada anaknya Angkatan Darat masuk Angkatan Darat. Sekarang enggak ada," kata Agus.
Pembentukan matra siber dalam tubuh TNI sebenarnya sudah lama diwacanakan, terutama jelang akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, hingga kini, belum ada kepastian hukum terkait pendirian matra keempat di luar darat, laut, dan udara ini.
Presiden Jokowi pun menyerahkan keputusan ini kepada Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Apakah matra siber benar-benar akan diwujudkan atau tetap dalam bentuk satuan khusus di dalam TNI, masih menunggu regulasi lebih lanjut.
Namun, satu hal yang pasti, ancaman siber semakin nyata. Perekrutan ahli siber menjadi langkah strategis untuk memperkuat pertahanan digital Indonesia di era yang semakin bergantung pada teknologi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!