Video yang diunggah merupakan laporan dari salah satu warganet pemilik akun @tika_jemberstore yang mengaku keluarga dekat korban.
Baca Juga: Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jember Jadi Bulan Februari atau Maret? Ini Penjelasan DPRD Jember
Keluarga korban meminta kasus perundungan ini diusut tuntas, apalagi bocah kelas 6 SD itu sampai tak sadarkan diri beberapa hari dan merupakan anak yatim yang Bapaknya sudah meninggal dunia.
"Hal yang membuat kami sedih adalah ketika korban di dalam video ingin bertemu dan meminta perlindungan kepada ayahnya, namun korban merupakan anak Yatim di mana ayahnya sudah meninggal," tulis akun @jemberawesome.
"Tak disangka, sekumpulan anak yang merekam aksi pelaku malah mengatakan "kobur bik pak'en lah nyaman (kubur sama ayahnya enak)", sebuah perkataan yang tidak pantas diucapkan," imbuhnya.
"Semoga pelaku segera diusut karena perbuatan yang telah ia lakukan merupakan kekerasan terhadap anak yatim di bawah umur," pungkas akun tersebut.
Postingan ini menyita perhatian netizen dan mengecam keras pelaku perundungan. Warganet kompak mengadu ke Dinas Pendidikan (disdik) Jember dan Disdik Jatim hingga ke Polres Jember.
"Ya Allah kok ya tega banget kasian badan anak itu diinjak-injak, habis ditenggelamkan ke air, sudah sepatutnya pelaku dihukum, gak ada keringanan buat pelaku meski di bawah umur," komentar salah satu netizen.
"Piye Jember iki, makin banyak bullying. Usut tuntas keluarga jangan mau damai, kasian anaknya sampe gak sadar. Harus ada penjara khusus anak-anak biar mereka jera @polresjember," komentar netizen lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini