Kamis, 4 Juni 2026

Miris! Kronologi Dugaan Aksi Perundungan Siswa SD Terjadi di Semboro Jember, Korban Sampai 2 Hari Tak Sadarkan Diri Gegara Ini

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 21 Januari 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi - bocah kelas 6 SD diduga jadi korban perundungan yang dilakukan sejumlah pelajar SMA di Semboro, Jember  (pixabay/soumen82hazra)
Ilustrasi - bocah kelas 6 SD diduga jadi korban perundungan yang dilakukan sejumlah pelajar SMA di Semboro, Jember (pixabay/soumen82hazra)

SketsaNusantara.id - Aksi perundungan atau bullying kembali terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tindakan perundungan dilakukan oleh pelajar SMA yang membuat korbannya tak sadarkan diri beberapa hari.

Peristiwa ini diketahui dari postingan akun Instagram @jemberawesome yang mengunggah video dan mengungkap kronologi aksi perundungan yang terjadi pada hari Minggu, 19 Januari 2025 lalu.

Diketahui, aksi perundungan ini terjadi di Dusun Pondok Rampal, Desa Pondok Jaya, Kecamatan Semboro, kabupaten Jember, Jawa Timur.

Baca Juga: Banyak Wilayah Kecamatan Kota Tergenang Banjir, Dinas PU Bina Marga Jember Segera Lakukan Normalisasi Drainase

Dalam video yang beredar disebutkan korban perundungan adalah anak yatim siswa kelas 6 SD yang mendapat perlakuan kekerasan hingga tak sadarkan diri karena diberi minuman keras (miras).

"Usut tuntas korban bullying di Pondok Rampal, Desa Pondok Jaya, Kecamatan Semboro. Kami mendapatkan info terkait dugaan bullying yang dilakukan salah satu Siswa SMA yang melakukan aksi perundungan terhadap siswa SD kelas 6," tulis akun Instagram @jemberawesome dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah pada hari Selasa, 21 Januari 2025.

Kronologi aksi perundungan ini bermula dari ketika korban bermain dengan seorang anak siswa SMA hingga dicekoki dengan minuman beralkohol yang menyebabkan siswa kelas 6 SD tersebut mabuk.

Baca Juga: Lelaki Paruh Baya Ditemukan Tewas di Bibir Pantai di Jember, Polres Jember Menduga Korban Orang Tenggelam

Seketika bocah kelas 6 SD ini tak sadarkan diri dan membuat panik siswa SMA. Namun, bukannya dibawa pulang ke rumah, pelaku malah membawa bocah tersebut ke air terjun untuk menyadarkan korban.

Bahkan saat direndam ke air pun korban masih belum sadar hingga dibawa ke sebuah lapangan. Miris, pelaku malah menginjak-injak dan menendang tubuh korban seperti yang ditampilkan dalam video amatir yang beredar di Instagram.

"Korban masih belum sadar setelah direndam air, lalu korban dibawa lagi ke sebuah Got. Saat direndam itulah korban akhirnya ditemukan ibunya," ungkap akun Instagram @jemberawesome.

Baca Juga: Banjir Genangan Landa Kecamatan Kota, Komisi C DPRD Jember Segera Panggil Dinas PU Bina Marga Soal Pendangkalan Drainase

"Akibat dari aksi ini korban tidak sadar dan mengigil atas kejadian ini. Ibu korban membawa anaknya ke Puskesmas dan mendapatkan pertolongan pertama dengan diberi infus dan Oxygen," imbuhnya.

Akibat perbuatan keji pelaku, korban diketahui tak sadarkan diri selama 2 hari. Korban terbaring lemah mulai hari Minggu, 19 Januari hingga kembali siuman pada hari Senin, 20 Januari 2025.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @jemberawesome

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X