SketsaNusantara.id – Pasca banjir bandang yang melanda tiga desa di Kecamatan Sumber Jambe, Jember, pada 24 Desember 2024, warga terdampak masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi ini terjadi karena pipa air sepanjang 14.000 meter dari sumber mata air di lereng Gunung Raung terputus akibat terseret arus banjir yang membawa material lumpur, kayu, dan batu.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jember telah menyalurkan 55.000 liter air bersih ke tiga dusun terdampak: Dusun Krajan, Dusun Karang Sampurna, dan Dusun Sumber Kokap. Bantuan ini dilakukan melalui 11 kali distribusi menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
“Air bersih yang kita distribusikan digunakan untuk kebutuhan minum warga, sementara untuk mandi dan mencuci mereka masih memanfaatkan air sungai,” ujar Ghufron Eviyan Efendi, Sub Bidang Organisasi dan Komunikasi Markas PMI Jember, Rabu 15 Januari 2025.
Fitriah, salah satu warga Dusun Sumber Kokap, mengungkapkan bahwa kebutuhan air bersih mereka sepenuhnya bergantung pada bantuan PMI dan BPBD Jember.
“Kami mengambil air dari tandon menggunakan jerigen atau galon. Air ini hanya untuk minum dan memasak. Untuk mandi dan mencuci, kami ke sungai,” tuturnya.
Baca Juga: Kasus DBD di Jember Capai 1627 di Tahun 2024, Dinas Kesehatan: Angka Kematiannya Rendah
Selain mendistribusikan air untuk warga, PMI Jember juga mengisi bak mandi di mushola untuk keperluan wudhu, serta bak mandi warga yang lokasinya dapat dijangkau oleh truk tangki.
Hingga saat ini, distribusi air ke Dusun Krajan dan Karang Sampurna telah dihentikan karena pipa yang putus di wilayah tersebut berhasil diperbaiki.
Namun, Dusun Sumber Kokap masih memerlukan bantuan air bersih karena kerusakan pipanya yang cukup parah membutuhkan waktu lebih lama untuk diperbaiki.
“Distribusi air bersih akan terus kami lakukan hingga kondisi kembali normal,” kata Ghufron.
PMI Jember menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemulihan pasca-bencana di wilayah Sumber Jambe hingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.***