Dalam suasana hening hanya terdengar bunyi lonceng Bosingak yang menggema di tengah malam, sebagai simbol penghormatan terhadap para korban dan mengingatkan warga Seoul akan tragedi yang baru saja terjadi.
Lonceng Bosingak sebagai ikon bersejarah yang dulunya menjadi simbol perayaan tahun baru, kini menjadi saksi bisu dari suasana berkabung nasional yang mendalam.
Tragedi Jeju Air mempengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat di Korea Selatan, termasuk perayaan tahun baru.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan tahun baru dengan membatalkan acara pesta, dan bendera-bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh penjuru negeri.
Keheningan ini menjadi cara bagi rakyat Korea untuk menghormati para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Suasana hening pada malam pergantian tahun di Korea Selatan ini pun samai jadi sorotan dan mengundang simpati netizen di media sosial.
Banyak warganet dari Indonesia ikut merasakan kesedihan yang dialami warga Korea Selatan terlebih bagi keluarga yang ditinggalkan korban Jeju Air.
"Salah satu negara dengan toleransi tinggi, salah satu warganya berduka, pasti semuanya ikut kehilangan, semoga keluarga diberi ketabahan," komentar salah satu netizen.
"Ikut sedih, sampai sekarang pun masih ingat kengerian jatuhnya pesawat Jeju Air, semoga tak terulang kejadian serupa di masa depan. Salut untuk seluruh masyarakat yang menghormati keluarga dan mendoakan keluarga yang berkabung," imbuh netizen lainnya.
Masih ingat dalam ingatan, kecelakaan Jeju Air yang terjadi beberapa hari lalu yang menewaskan 179 orang dari 181 penumpang.
Hanya ada 2 penumpang yang selamat dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.