news

Siswi SMA 3 Muhammadiyah Jember Temukan Aplikasi Pendeteksi Potensi Jentik Nyamuk Penyebab DBD, Catatkan Prestasi Nasional

Kamis, 19 Desember 2024 | 12:58 WIB
Aplikasi Larvaecam pendeteksi jentik nyamuk DBD. (Dok. SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Siswi SMA Muhammadiyah 3 Kebuapaten Jember telah membuat inovasi sebuah aplikasi yang bisa mendeteksi jentik nyamuk.

Aplikasi ini menuai banyak apresiasi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024, yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Siswa berprestasi tersebut yakni Joice Amirah Lesmana, yang telah memperkenalkan aplikasi Larvaecam sebagai bentuk pencegahan terhadap perkembangan jentik nyamuk.

Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Taman Botani Sukorambi Jember Jadi Favorit Liburan Natal dan Tahun Baru 2024, Cuma 8 KM dari Pusat Kota

Pasalnya, di Jember penyakit Demam Berdarah (DBD) menjadi persoalan yang sangat penting untuk dilakukan penanganan dengan serius.

Joice menjelaskan, jika aplikasi ini sebagai bentuk pencegahan agar lonjakan DBD di Jember tidak berkembang.

"Saya berkaca pada tahun 2023 lalu, saat musim hujan dulu di sekolah ada lonjakan demam berdarah, kebetulan ada teman-teman saya yang terkena DBD," ujarnya saat dikonfirmasi di SMA Muhammadiyah 3 Jember, Kamis 19 Desember 2024.

Baca Juga: Cuma 5000 Nih! Jujugan Wisata Murah Meriah di Jember untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2025, Cocok Bareng Keluarga

Cara kerja dari aplikasi ini menurut Joice, harus memiliki sampel larva tersebut kemudian dilakukan penelitian untuk memastikan apakah di wilayah tersebut ada bibit jentik nyamuknya.

"Aplikasi Larvaecam ini berkerjanya, bisa melihat proses deteksi secara realtime dengan sampel yang sudah disiapkan," imbuhnya.

Joice menerangkan, ada proses deteksi dengan menggunakan proses fixasi agar morfolofi dari sampelnya tidak rusak.

Baca Juga: 7 Tempat Wisata di Jember yang Dekat Stasiun Kereta, Liburan Natal dan Tahun Baru 2025 Jadi Lebih Simpel dan Memuaskan

"Kemudian larva yang dari habitatnya itu pasti keruh airnya, tetapi diganti dulu lalu larvanya di taruh dalam preparat cekung dan difoto," ungkapnya.

Lantas, setelah ditaruh dalam sebuah tempat lalu difoto melalui kamera android yang dilengkapi lensa dengan 200 kali pembesaran.

Halaman:

Tags

Terkini