SketsaNusantara.id - Siswi SMA Muhammadiyah 3 Kebuapaten Jember telah membuat inovasi sebuah aplikasi yang bisa mendeteksi jentik nyamuk.
Aplikasi ini menuai banyak apresiasi dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024, yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Siswa berprestasi tersebut yakni Joice Amirah Lesmana, yang telah memperkenalkan aplikasi Larvaecam sebagai bentuk pencegahan terhadap perkembangan jentik nyamuk.
Pasalnya, di Jember penyakit Demam Berdarah (DBD) menjadi persoalan yang sangat penting untuk dilakukan penanganan dengan serius.
Joice menjelaskan, jika aplikasi ini sebagai bentuk pencegahan agar lonjakan DBD di Jember tidak berkembang.
"Saya berkaca pada tahun 2023 lalu, saat musim hujan dulu di sekolah ada lonjakan demam berdarah, kebetulan ada teman-teman saya yang terkena DBD," ujarnya saat dikonfirmasi di SMA Muhammadiyah 3 Jember, Kamis 19 Desember 2024.
Cara kerja dari aplikasi ini menurut Joice, harus memiliki sampel larva tersebut kemudian dilakukan penelitian untuk memastikan apakah di wilayah tersebut ada bibit jentik nyamuknya.
"Aplikasi Larvaecam ini berkerjanya, bisa melihat proses deteksi secara realtime dengan sampel yang sudah disiapkan," imbuhnya.
Joice menerangkan, ada proses deteksi dengan menggunakan proses fixasi agar morfolofi dari sampelnya tidak rusak.
"Kemudian larva yang dari habitatnya itu pasti keruh airnya, tetapi diganti dulu lalu larvanya di taruh dalam preparat cekung dan difoto," ungkapnya.
Lantas, setelah ditaruh dalam sebuah tempat lalu difoto melalui kamera android yang dilengkapi lensa dengan 200 kali pembesaran.