Anak sulung SBY ini pun menuding orang di lingkaran istana di balik kudeta tersebut.
AHY bahkan mengirimkan surat kepada Jokowi yang saat itu menjabat sebagai presiden untuk meminta klarifikasi penggulingan dirinya dari kursi tertinggi Partai Demokrat.
Baca Juga: Resmi! Jokowi, Gibran Rakabuming Raka Serta Bobby Nasution Dipecat dari Keanggotaan PDIP
Insiden tersebut menurut Dino Patti Djalal menjadi trauma yang masih membekas.
Alasan kedua Demokrat berpeluang kecil menerima Jokowi yakni kekhawatiran bernasib sama dengan PDIP.
“Kekhawatiran kalau Jokowi bisa tega menyakiti PDIP yang selalu setia membesarkannya dari Walikota Solo sampai menjadi presiden, apalagi terhadap parpol lain,” cuitnya lagi.
Baca Juga: Golkar, PAN, dan Gerindra Siap Tampung Jokowi, Prabowo: Gerindra Terbuka tapi...
Dan terakhir, Dino Patti Djalal menilai etor politik SBY dan Jokowi yang berbeda menjadi alasan terakhir Demokrat menolak mantan presiden ke-7 tersebut bergabung.
Sementara itu, AHY hanya tersenyum saat ditanya peluang Jokowi bergabung dengan Demokrat.
Meski peluang Jokowi bergabung dengan Demokrat tipis, namun sudah ada 2 partai besar yang dikabarkan siap ‘menampung’ mantan Walikota Solo tersebut, yakni Golkar dan Gerindra.
Namun sejumlah pengamat politik mengungkapkan, pemecatan ini membuka peluang Jokowi untuk mendirikan partai baru.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!