"Sekitar 50 atau hampir 100 ekor yang terdampak PMK dan sekarang kita lakukan penanganan," ungkapnya.
Alif menerangkan, jika kalau PMK yang terjadi saat ini dikarenakan efek cuaca dan kandang yang kurang sehat.
"Kita mendapatkan informasi bahwa ada satu sapi yang sudah terkena PMK kemudian mati dan dikubur, beberapa hari kemudian terjangkit ke yang lain serta dampak kematiannya lebih cepat. Ini terjadi di Dusun Mandigu Desa Sidodadi," tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini sudah dilakukan penanganan dengan memberikan edukasi dan pemberian obat-obatan agar sapi tidak sampai mati.
Baca Juga: Atap Panggung Ambruk Berujung Pengajian di Blora Jawa Tengah Dibatalkan, Gus Iqdam Buka Suara
"Sampai luka di wilayah mulut rongga mulut hingga hidung, maka kita minta peternak untuk terus memberikan makan agar ada isinya dan diberikan obat-obatan," tambahnya.
Pihaknya membenarkan jika, kasus PMK ini terjadi bagi sapi-sapi yang belum dilakukan proses vaksin.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!