SketsaNusantara.id - Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menyerang sapi milik peternak di Jember.
Beberapa daerah terdampak PMK ini, sehingga membuat sapi milik peternak mati dan yang terjangkit sudah mencapai ratusan ekor sapi.
Dokter Hewan Puskesmas Ambulu Rencong Dwi Putra mengatakan, kasus PMK kembali merebak dan ini terjadi di wilayah Ambulu.
"Totalnya saat ini ada 6 kasus yang terjadi PMK di Ambulu khususnya," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin 16 Desember 2024.
Kasus PMK ini terjadi karena virus yang menyebar di saat kondisi cuaca tidak menentu, dan gejalanya mulai terlihat di sapi milik peternak.
"Gejalanya mulutnya mengeluarkan air liur yang berlebih, nafsu makan menurun, hingga di sela kaki ada luka," imbuhnya.
Sapi yang terkena oleh PMK ini dikarenakan belum mendapatkan vaksin seperti sebelumnya.
"Jadi ini sapi baru ya yang belum mendapatkan vaksin oleh Dinas Peternakan," ungkapnya.
Maka, langkah yang harus dilakukan menurut Rencong bila sudah menemukan sapi yang mengalami gejala seperti itu segera memanggil tenaga medis.
"Segera memanggil tenaga medis hewan, kemudian tetap memberikan makan meski nafsu makan sapi menurun, sehingga mengurangi risiko kematian pada hewan," terangnya.
Sementara itu, Dokter Hewan Puskesmas Tempurejo Alif Rifki menyampaikan di Kecamatan Tempurejo sudah ada sebanyak 50 ekor sapi lebih yang terdampak.