Said Didu rupanya turut mempertanyakan klaim Bahlil.
Secara terang-terangan, mantan staf khusus menteri ESDM itu mengaku tidak mengenal dan tidak pernah mendengar nama Bahlil di era tersebut.
“Hahaha. Saya anggota DPR/MPR saat ’98, saya ketemu dan kenal hampir semua aktivis ’98, saya tidak kenal dan tidak pernah dengar nama Bahlil. Atau mungkin sekarag sudah ganti nama dan operasi plastik,” tulis cuitan Said Didu lewat akun X pribadinya.
Sontak saja, cuitan Said Didu menuai komentar beragam dari netizen lainnya.
“Ada yang ngaku sarjana, ada yang ngaku SMA, ada yang ngaku gus, ada yang ngaku aktivis ’98, kok ya sekolam sama semua, suka ngaku-ngaku,” tulis akun X @dadxxx.
“Enaknya lidah itu tak bertulang, makanya bebas aja yang dikeluarkan,” tulis akun X @nmmxxx.
“Ngeri kali klaimnya,” tulis akun X @NataRexxx.
Sebagai informasi, sebutan aktivis ’98 tersemat pada mereka yang saat itu bergerilya turun ke jalan menggelar demonstrasi dan menuntut lengsernya Presiden Soeharto.
Dimana saat itu, Presiden Soeharto telah menjabat selama lebih dari 3 dekade.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI