Majapahit, kerajaan besar dari Jawa Timur yang berjaya pada abad ke-13 hingga ke-15, dikenal sebagai pusat perdagangan dan budaya di Asia Tenggara.
Dalam Civilization VII, kehadiran Majapahit menawarkan gameplay unik, termasuk unit maritim khusus bernama Cetbang, yang unggul di pertempuran laut.
Selain itu, landmark seperti Candi Borobudur memberikan bonus ekonomi dan budaya, mencerminkan kejayaan Majapahit sebagai kekuatan maritim dan intelektual.
Antusiasme gamer Indonesia terhadap Majapahit tidak lepas dari kebanggaan akan sejarah lokal.
Representasi ini dirasa mampu memperkenalkan kebesaran Majapahit ke kancah global, seperti halnya Gajah Mada yang sebelumnya hadir di seri game Civilization V pada tahun 2010 lalu.
Melalui game ini, para pemainnya tidak hanya belajar strategi, tetapi juga mengenal lebih dalam tentang sejarah Nusantara.
Kemunculan Majapahit dalam game ini menjadi kesenangan sendiri, meski tak dipungkiri ada hal yang terasa kurang cocok, terutama pada backsound yang diputar dalam game Civilization VII.
Dalam video yang beredar, terdengar pengenalan landmark Majapahit yang diiringi alunan musik khas Sunda yang berasal dari Jawa Barat.
Netizen mengkritik penggunaan musik latar berupa tiupan seruling khas Sunda yang dianggap tidak sesuai dengan budaya Majapahit.
"Wait, kok backsoundnya Sunda sih? Majapahit kan dari Jawa Timur, bukan Jawa Barat," komentar salah satu netizen.
"Arkeolog senang melihat ini, tapi sedih karena backsoundnya kurang cocok. Kerajaan Jawa Timur rasa Sunda jadinya," imbuh netizen lainnya.