"Udah KAPOK. Pilpres kemarin udah semangat ke TPS eh ternyata disetting supaya salah satu paslon menang, udah banyak kecurangan tapi masih aja lolos, lelah dengan pejabat-pejabat negara yang kerjanya makin gak bener," komentar netizen lainnya.
"Gimana mau memilih? Pemilu sekarang gak jujur seperti dulu. Lihat aja sendiri, kelakuan bawaslu tidak tegas kalau ada kecurangan, gak ada sanksi dan diskualifikasi sampai Presiden ikut kampanye pun dibilang tidak melanggar UU. Apa masyarakat masih bisa percaya dengan pemilu bukan setingan?" imbuh netizen lainnya.
Sebelumnya, Mahfud MD juga memberikan motivasi pada generasi muda untuk tidak golput dengan alasan tak ada calon yang bagus.
Melalui forum diskusi yang diadakan di Universitas Brawijaya Malang pada bulan Desember 2023 lalu, Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu menyebut para kandidat sudah melalui tahapan seleksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Pemimpin itu dilahirkan oleh mereka yang memilih, meskipun hanya sedikit pemilihnya. Mereka yang tidak ikut memilih rugi sendiri karena akan tetap terikat kepada keputusan yang terpilih di dalam pemilu," ujar Mahfud dalam video yang diunggah di kanal YouTube Universitas Brawijaya pada 7 Desember 2023 lalu.
"Makanya, jangan sampai golput dengan alasan tidak ada yang bagus calonnya, jangan sampai bersikap seperti itu," ucapnya.
Mahfud MD juga mengingatkan peran anak muda sebagai generasi penerus bangsa untuk bisa bertanggung jawab menentukan pilihan sehingga sistem demokrasi berjalan dengan baik di Indonesia.
"Setidaknya kalian sebagai anak muda yang tidak golput ini akan belajar untuk bertanggung jawab sebagai warga negara," tutur Mahfud.
"Kalau golput dan tidak ikut menentukan pilihan atau bagaimana nanti negara kita, bisa rusak sistem demokrasinya. Maka janganlah berhenti berkontribusi untuk negara," pungkas Mahfud.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!