Kamis, 4 Juni 2026

Hindari Golput, Mahfud MD Ajak Masyarakat Pergi ke TPS Meski Belum Punya Pilihan: Tidak Ada Orang yang 100 Persen Baik, tapi...

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 27 November 2024 | 08:21 WIB
Potret Mahfud MD yang serukan masyarakat pergi ke TPS meski tak ada pilihan yang cocok dengan tujuan menghindari golput. (Instagram/mohmahfudmd)
Potret Mahfud MD yang serukan masyarakat pergi ke TPS meski tak ada pilihan yang cocok dengan tujuan menghindari golput. (Instagram/mohmahfudmd)

 

SketsaNusantara.id - Mahfud MD menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk memilih kepala daerah pada Pilkada serentak yang diselenggarakan 27 November 2024.

Melalui akun media sosial X (dulunya Twitter) miliknya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan atau Menkopolhukam RI itu berpesan agar masyarakat pergi ke TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Mahfud MD juga menekankan pada masyarakat untuk menghindari golput, meski merasa belum ada pilihan yang cocok dan memilih kepala daerah sesuai hati nurani masing-masing.

Baca Juga: Hukum Golput dalam Islam, Buya Yahya Tegaskan: Bukan Ikut-ikutan

"Berangkatlah pagi ini ke TPS Pilkada dengan niat memilih kepala daerah yang baik menurut hati nurani," kata Mahfud MD sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Twitter @mohmahfudmd yang ditulis pada hari Rabu, 27 November 2024.

"Tidak ada orang yang 100% baik atau 100% jelek. Semua ada baik dan buruknya," imbuhnya.

"Yang harus dipilih adalah pemimpin yang relatif baiknya lebih banyak dan jeleknya lebih sedikit. Maka, jangan lelah mencintai Indonesia," tutur Mahfud.

Baca Juga: Kenapa Tagar SaveSaidDidu Trending di X? Benarkah Gara-Gara Kritik PSN PIK 2? Mahfud MD Suarakan Dukungannya

Postingan tersebut bertujuan menggerakkan masyarakat Indonesia terutama generasi muda yang baru pertama kali ini memilih calon pemimpin daerah masing-masing.

Melalui kolom komentar pun banyak warganet yang mengeluh tak bersemangat berangkat ke TPS berdasarkan pengalaman pemilihan presiden bulan Februari 2024 lalu yang diindikasi banyak terjadi "kecurangan".

Sebagian besar warganet juga tak mempercayai proses pemilu di Indonesia bisa berlangsung jujur dan adil, bahkan disebut sebagai "settingan" yang berusaha memenangkan salah satu paslon.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Pernikahan Royhan Akbar dan Zahwa Nadhira, Menantu Mahfud MD Diberi Mahar Berapa?

"Udah males lah, pak. Saya netral aja. Calon-calonnya pada gak ada yang bagus. KPU kalo masih begitu-begitu aja PERCUMA aja," komentar salah satu netizen.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X