SketsaNusantara.id – Pemkab Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang terus berinovasi untuk mendukung pembangunan di Jombang. Terbaru, Bidang Bina Marga memproduksi aspal secara mandiri.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, seluruh bidang memiliki inovasi. Baik Bidang Bina Marga tahun ini sudah memproduksi aspal coldmix, Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi mencetuskan help desk pengurusan PBG, sedangkan Bidang Sumber Daya Air (SDA) menjamin ketersedian air irigasi sawah, sementara Bidang Tata Ruang dan Pertanahan kini merampungkan penyusunan RDTR WP Kecamatan Ploso.
Baca Juga: Dari Halaqah Haul 1 Tahun Cak Anam, Pertanyakan Masuknya Wahabi di Struktur Pengurus PCNU Jombang
“Inovasi semua bidang ini selain bagian dari tupoksi juga bertujuan memangkas waktu SOP (Standar Operasional Prosedur),” kata Bayu, Kamis 24 Oktober 2024.
Bayu menambahkan, Bidang Bina Marga misalnya, dengan adanya produksi aspal coldmix secara mandiri penangana jalan rusak bisa segera tertangani. “Harapannya ini lebih murah, kita maksimalkan anggaran yang ada, sehingga pemeliharaan jalan tetap berjalan,” imbuh dia.
Sementara, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Setiaji mengatakan, pihaknya melangkah lebih maju untuk penanganan jala rusak. Sebab, sudah memproduksi aspal coldmix atau aspal dingin secara mandiri.
Baca Juga: Peringati Hari Santri Nasional, Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Seblak Jombang Gelar Olimpiade Shorof
”Jadi ini kami lakukan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya penanganan kerusakan jalan,” kata Agung.
Ia menjelaskan, selama ini pemeliharaan rutin menggunakan beberapa jenis material. Diantaranya material aspal drum, aspal hotmix dan aspal dingin atau coldmix. “Melalui aksi perubahan ini didapatkan sebuah inovasi berupa pembuatan model desain perkerasan jalan dengan membuat material aspal dingin secara mandiri,” imbuh dia.
Berdasarkan pengalaman dalam melakukan pemeliharaan jalan rusak, pihaknya merasa kesulitan dalam pemenuhan bahan material seperti aspal dingin. Jumlah pengaduan laporan kerusakan jalan setiap bulan tidak dapat diprediksi dan proses pengadaan barang dan jasa membutuhkan waktu yang cukup lama. “Hal ini mengakibatkan lamanya waktu penanganan kerusakan jalan,” ujar Agung.
Baca Juga: Bawa Contekan Saat Debat Pertama, Warga Jombang Inginkan Hal Ini Tak Terulang di Debat Berikutnya
Untuk memproduksi aspal dingin itu, pihaknya terus membuat beberapa kali uji coba komposisi bahan pendukung. Hasilnya, terang dia, didapatkan beberapa komposisi campuran yang sesuai dengan kebutuhan pada saat diaplikasikan di lapangan.
“Juga dilakukan uji laboratorium terhadap material yang digunakan sebagai campuran. Beberapa di antaranya, agregat kasar, agregat halus dan aspal emulsi. Berdasarkan hasil uji laboratorium dan jobmix, maka dilakukan uji coba pembuatan aspal dingin secara mandiri tim efektif aksi perubahan,” ujar Agung.