news

Minta Anggaran 20 T, Menteri HAM Natalius Pigai Disentil Dino Patti Djalal: Tidak Mungkin Dikabulkan Presiden Prabowo

Rabu, 23 Oktober 2024 | 12:53 WIB
Natalius Pigai disentil Dino Patti Djalal soal kenaikan anggaran (Kolase Instagram/@fpcindo, YouTube Refly Harun)

 

SketsaNusantara.id - Permintaan Menteri HAM Natalius Pigai soal anggaran kementriannya jadi sorotan banyak pihak.

Selain publik, sejumlah pejabat juga mengomentari permintaan Natalius Pigai untuk menaikkan anggaran Kementrian HAM dari Rp60 miliar menjadi Rp20 Triliun.

Salah satu sosok yang mengritisi permintaan Natalius Pigai adalah mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal.

Baca Juga: Klarifikasi Menteri Desa Yandri Susanto Usai Surat Berstempel Kemendes Viral: Terima Kasih Pak Mahfud

Lewat akun X pribadinya @dinopattidjalal, mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini menyebut permintaan Natalius Pigai sebagai hal yang tidak masuk akal.

“Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai untuk naikkan anggaran dari 60 Miliar jadi 20 triliun adalah hal yang tidak masuk akal,” tulisnya seperti dikutip SketsaNusantara.id.

Tak hanya itu, Dino Patti Djalal juga yakin bahwa permintaan Natalius Pigai tidak mungkin dikabulkan oleh Presiden Prabowo.

Baca Juga: Resmi Dilantik Menjadi Utusan Presiden, Intip Gaji Raffi Ahmad yang Setara Menteri

“Tidak mungkin dikabulkan Presiden Prabowo, Menteri Keuangan dan DPR karena akan menghamburkan uang negara untuk program-program yang tidak jelas dan akan berbuntut korupsi,” tambahnya lagi.

Tak hanya mengritisi permintaan Natalius Pigai tersebut, Dino Patti Djalal juga memberikan masukan kepada mantan aktivis HAM tersebut.

“Menteri jangan menyulitkan presiden dan harus jaga kredilibitas kementriannya,” tulis Dino lagi.

Baca Juga: Siapa Menteri Desa yang Baru? Profil Yandri Susanto, Suami Calon Bupati Serang yang Punya Harta Rp20 Miliar

Ia juga menyarankan agar Natalius Pigai berkoordinasi dengan Menteri Koordinator, Sekretariat Negara dan Kantor Kepresidenan sebelum membuat pernyataan kebijakan yang beresiko tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini