SketsaNusantara.id - Anggota DPR terpilih, Tia Rahmania belakangan ini santer jadi perbincangan publik usai dikabarkan gagal melenggang ke Senayan.
Pasalnya, politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mendadak tak jadi dilantik usai mengkritik Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Nurul Ghufron.
Sebelumnya, Tia Rahmania jadi sosok kader PDIP yang viral di media sosial usai menyindir Nurul Ghufron sebagai seorang yang tak pantas memberikan materi mengenai integritas dalam forum yang diselenggarakan Lemhanas RI.
Hal ini dikarenakan, Nurul Ghufron sebelumnya terbukti melakukan pelanggaran kode etik karena telah menyalahgunakan jabatannya sebagai pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi terkait mutasi ASN (Aparatur Sipil Negara).
Dalam video viral yang beredar di medsos, Tia Rahmania bahkan sampai walk out karena tak ingin mendengar materi yang disampaikan Nurul Ghufron.
Namun, tak disangka beberapa hari setelahnya, Tia kemudian dikabarkan tak jadi dilantik menjadi anggota DPR RI karena dipecat dari partai.
Kabar tersebut sontak mengejutkan publik dan tak sedikit yang membela Tia Rahmania sebagai sosok yang berani menyuarakan kebenaran.
Netizen juga ramai melontarkan kritikan pada PDIP yang tak mendukung kadernya menyuarakan kebenaran, malah dan bertindak tidak adil dengan memecat Tia Rahmania.
Mengenai hal ini, PDIP pun akhirnya buka suara dan menyebut alasan pemecatan Tia Rahmania bukan karena mengkritik Nurul Ghufron.
Djarot Saiful Hidayah selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menyebut pemecatan Tia Rahmania terjadi karena adanya penggelembungan suara di Pileg 2024 antar kader internal.
"Sebelumnya masuk gugatan dan laporan tentang perselisihan perolehan suara sehingga Panitera Mahkamah Partai melakukan pemeriksaan, dipanggil lah salah satunya Tia," ucap Djarot kepada wartawan, pada hari Kamis, 26 September 2024 dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kompas TV.