SketsaNusantara.id - Kapten Pierre Tendean merupakan salah satu Pahlawan Revolusi Indonesia yang gugur dalam peristiwa kelam G30S PKI.
Letnan Satu Pierre Tendean menjadi korban kekejaman G30S PKI pada tahun 1965 yang diculik sekelompok pasukan bersenjata karena dikira Jenderal A.H. Nasution dan dibunuh lalu jasadnya dibuang ke Lubang Buaya.
Selain keberaniannya dalam melawan komunis dan melindungi negara, kisah cinta Pierre dengan seorang wanita bernama Rukmini juga menyimpan cerita mengharukan yang layak untuk dikenang.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Buku "Sang Patriot: Kisah Seorang Pahlawan Revolusi - Biografi Resmi Pierre Tendean", diketahui Pierre Tendean bertemu Rukmini sekitar tahun 1961.
Prajurit berparas bule yang mewarisi darah campuran Indo-Prancis itu selalu menjadi pusat perhatian para gadis, tetapi Pierre Tendean mengaku tertarik dengan Rukmini binti Chaimin.
Pertemuan pertamanya Rukmini terjadi saat Pierre Tendean masih bertugas di Medan. Kala itu Rukmini masih duduk di bangku SMA dan kisah cintanya bermula ketika Pierre dijodoh-jodohkan temannya.
Gadis asal Yogyakarta bernama lengkap Nurindah Rukmini Chaimin itu pun mulai menjalin hubungan yang serius dengan Pierre Tendean. Bahkan sang Kapten pun kerap berkunjung ke rumah Rukmini di Medan.
Pierre dan Rukmini saling mencintai dengan tulus, meskipun keduanya jarang bertemu karena tuntutan tugas Pierre sebagai seorang perwira TNI Angkatan Darat.
Pasangan yang terpaut umur 8 tahun ini juga memiliki impian besar untuk masa depan bersama bahkan telah berencana untuk menikah.
Namun, terdapat kendala besar yang terbentang di antara keduanya yakni perbedaan keyakinan. Rukmini adalah gadis muslim yang taat sedangkan Pierre Tendean adalah seorang Katolik.