SketsaNusantara.id - Konflik antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) semakin memanas.
Mulanya dari niat PBNU untuk mengembalikan PKB kepada NU dengan wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus).
Perseteruan itu semakin jadi sorotan dengan adanya demonstrasi dari massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur di depan kantor PBNU Jakarta Pusat, Jumat 2 Agustus 2024.
Baca Juga: Beredar Narasi GP Ansor Didirikan Habib dan Syarifah, Bukan Cuma Sejarah NU yang Dibelokkan?
Aksi yang dibanjiri sekitar 150 orang itu mengajukan 5 tuntutan yang mendesak agar Ketum dan Sekjen PBNU mundur dari jabatannya.
Massa tersebut juga mendesak agar PBNU segera menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB).
Sementara itu, Ketum PKB, Muhaimin Iskandar mengeluarkan pernyataan yang diunggah di akun media sosial (medsos).
Pria yang biasa dipanggil Cak Imin itu menyebut upaya pelumpuhan PKB sudah terjadi sebelum penyelenggaraan pemilu.
"Saya juga heran, pelumpuhan PKB ini, sejak sebelum pemilu PKB itu diserang. Jangan pernah ngaku-ngaku NU, saya itu nggak pernah ngaku NU, sebelum lahir itu saya sudah lahir NU. Karena apa? Bapak ibu saya yang menikahkan para pendiri NU," ujar Cak Imin, dikutip SketsaNusantara.id dari video akun Instagram @cakiminow, yang diunggah 2 Agustus 2024.
Baca Juga: Alasan M. Syarbani Haira Mundur Sebagai Katib Syuriah PBNU, Imbas Konflik NU dengan PKB?
Dalam video tersebut, Cak Imin juga menyebut PKB yang justru tidak dibantu ketika salah arah saat pemilu. Malahan, partainya disalahkan akibat salah jalan.
"Habis itu tengah pemilu, PKB salah jalan, salah arah. Bukanya dibantu, tapi malah disalah-salahkan," lanjutnya.
Justru saat berpartisipasi dalam pemilu, suara PKB meningkat. Namun, hasil tersebut membuat PKB semakin diserang.