Baca Juga: Isi Sejarah NU yang Dibelokkan Buku-Buku Pelajaran, Gus Yahya: Tiba-Tiba Ada Narasi Baru
"Saat pemilu, hasilnya tinggi, semakin diserang," ujar Cak Imin.
Meskipun suara PKB naik, tetapi akhirnya kalah dari Pilpres. Cak Imin melihat pihak yang terus menyerang PKB tersebut sebagai karakter khas dari orang yang sedang sakit.
"Itu namanya khas, karakter orang yang lagi sakit. Susah melihat orang senang. Senang melihat orang susah," lanjutnya.
Baca Juga: Kembangkan Pesantren Milik Ayah Mertuanya, Kyai di Krapyak Ini Jadi Pencetus dan Pengawal Khitah NU
Atas kondisi partai yang dipimpinnya saat ini, Cak Imin menyatakan bahwa PKB saat ini semakin kuat dan mandiri.
"Saya ingin mendeklarasikan diri bahwa, alhamdulillah. Saya berterima kasih atas serangan-serangan itu. Dengan begitu kita menunjukkan sejak Pemilu 2024, PKB makin kuat, kokoh, dan mandiri," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sejarah GP Ansor, Digagas KH Wahab Chasbullah hingga 'Lahir' di Banyuwangi, Gabungan 3 Organisasi Kepemudaan NU?
Siapa Pendiri Banser NU? Inilah Muhammad Zainudin Kayubi, Komandan Pertama Banser yang Ikut Memberantas PKI di Blitar
13 Tokoh NU Pendiri PMII Selain KH Chalid Mawardi, Ada Anak Ulama Asal Malang yang Jarang Disebut, Siapa?
Sejarah PMII, Organisasi Kemahasiswaan yang Didirikan oleh KH Chalid Mawardi dan 13 Tokoh NU, Ini Alasan Berdirinya
4 Kyai yang Menolak Seikerei Zaman Jepang hingga Ditangkap dan Disiksa, Ada Ayah Buya Hamka hingga Ulama NU