SketsaNusantara.id - KH. M. Syarbani Haira mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Katib Syuriah PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama).
Syarbani Haira mengundurkan diri melalui surat yang ia tandatangani pada 28 Juli 2024 lalu.
Ia pun mengungkapkan salah satu alasannya mengundurkan diri lantaran memiliki pandangan yang berbeda dengan PBNU saat ini.
Baca Juga: Alasan M. Syarbani Haira Mundur Sebagai Katib Syuriah PBNU, Imbas Konflik NU dengan PKB?
Syarbani Haira bukanlah nama baru dalam keluarga NU (Nahdlatul Ulama).
Sebelum terpilih menjadi Katib Syuriah PBNU, ia juga pernah menduduki sejumlah posisi penting.
Mulai dari Ketua Rayon PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) IAIN Sunan Kalijaga hingga Wakil Sekretaris PWNU Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Isi Sejarah NU yang Dibelokkan Buku-Buku Pelajaran, Gus Yahya: Tiba-Tiba Ada Narasi Baru
Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan selama 10 tahun.
Selain aktif di berbagai kepengurusan dalam tubuh NU, Syarbani Haira juga pernah menjadi rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun Linkedin Syarbani Haira, ia menjadi dosen dan peneliti di Universitas NU Kalsel sejak Mei 2014.
Alumni Pascasarjana Universitas Gadjah Mada ini juga pernah bekerja sebagai jurnalis.