SketsaNusantara.id – Belakangan ini tengah viral sebuah video unggahan dari akun milik Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau yang dikenal sebagai Cak Muji lewat akun TikToknya @ @cakj1.
Dalam video tersebut, ia melakukan sidak dan menjadi penengah permasalahan antara warga dengan SMP Kristen Petra 2 dan SMA Kristen Petra 2 Jalan Raya Manyar Tirtosari.
Ia bertemu dengan warga dengan pihak sekolah Petra di depan SMA Kristen Petra 2. Pada saat itu, suasana nampak tegang karena kedua pihak dari warga dan Sekolah Petra berdebat.
Warga merasa kedatangan serta kepulangan dari para siswa petra menimbulkan sebuah kemacetan lalu pihak Sekolah Petra mengatakan itu disebabkan karena ujung Jalan Manyar Tirtosari ditutup untuk akses ke sekolah. Sehingga mengakibatkan kemacetan.
Pada dasarnya, konflik ini bukan bermula dari masalah kemacetan namun perihal soal iuran keamanan yang tidak sesuai dengan permintaan warga.
Para warga mengatakan pihak sekolah petra enggan membayar iuran tersebut, sebaliknya pihak mereka keberatan dengan nominalnya dan sempat diintimidasi.
Baca Juga: Dua Anggota Pantarlih Meninggal Dunia saat Menjalankan Tugas, KPU Jatim Beri Santunan
Menurut keterangan warga, ada 4 iuran keamanan dari RW 04, RW 05, dan RW 07, dan Petra. Kemudian semua masuk uang ke bendahara keamanan untuk membiayai satpam di sini.
Selama 5 tahun, tidak ada kenaikkan. Awalnya Rp 32 juta per bulan kali 4 untuk bayar satpam. Selain itu, ada kantor, tempat usaha. Dan warga mengatakan pihak Petra enggan membayar.
Perwakilan dari Petra menyatakan selama ini mendapatkan intimidasi, salah satunya dengan penutupan jalan. Menurutnya sudah ada solusi tapi tidak dijalankan.
"Selama ini bertahun-tahun menerima intimidasi jalan ditutup dan sudah terjadi. Waktu di dewan sudah clear, jalan bersama dikelola Dishub dan sudah dibuatkan rekayasa. Kalau ada kegiatan, kemacetan pasti ada," jelas perwakilan Petra.
Diantara keributan tersebut, Armuji menjadi penengah dan menanyai tentang keberatan warga.