SketsaNusantara.id - Belakangan ini, Surabaya tengah jadi sorotan lantaran terjadi keributan antara warga dengan SMP Kristen Petra yang jadi viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Konflik antara warga dengan SMP Kristen Petra 2 yang berada di Manyar Tirtosari itu pun membuat Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya akhirnya turun tangan.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Ji tersebut menjelaskan bahwa keributan yang terjadi akar permasalahannya karena adanya ketidakcocokan masalah iuran keamanan yang diminta warga dan tidak dibayarkan oleh pihak SMP Kristen Petra 2.
Baca Juga: Dua Anggota Pantarlih Meninggal Dunia saat Menjalankan Tugas, KPU Jatim Beri Santunan
Sebelumnya, SMP Kristen Petra 2 menyebut pihaknya keberatan dengan kenaikan iuran keamanan di wilayah tersebut karena diberlakukan secara sepihak oleh RW setempat.
"Jadi ini awalnya iuran keamanan Rp25 juta per bulan naik jadi Rp32 juta dan Petra masih mau bayar, terus ini ada kenaikan lagi jadi Rp35 juta, akhirnya keberatan," kata Cak Ji dikutip SketsaNusantara.id dari video di kanal YouTube Armuji yang diunggah pada hari Selasa, 30 Juli 2024.
"Ini karena satpam di perumahan sini jumlahnya ada 40-an digaji sekitar Rp3 jutaan per bulan sehingga Petra lakukan audit dan ternyata gak cocok itung-itungannya," imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, warga menjelaskan soal kenaikan iuran keamanan yang dibebankan kepada SMP Kristen Petra 2 karena dinilai pihak sekolah telah memakai jalan perumahan warga sekitar yang juga sering menyebabkan kemacetan lalu lintas setiap harinya.
Pihak SMP Kristen Petra menolak membayar Rp32 juta dan menyebut besaran iuran keamanan yang dibebankan dari warga tersebut terlalu besar dan tidak sesuai dengan hasil audit yang dilakukan pihak sekolah.
Dalam mediasi yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir, pihak SMP Kristen Petra 2 mengaku telah membuat kajian hingga melakukan perhitungan dan sanggup membayar iuran keamanan Rp25 juta per bulannya.
Namun, warga menolak lantaran sudah banyak kerugian yang diterima masyarakat terutama terkait polusi udara hingga AMDAL dan berdampak pada kesehatan hingga pencemaran lingkungan.
Warga sekitar bahkan memberlakukan one gate system dan menutup portal jalan dengan alasan untuk membatasi banyaknya kendaraan atau mobil yang masuk lalu lalang tiap hari saat antar jemput murid-murid SMP Kristen Petra 2.