SketsaNusantara.id - Pemecatan Prof. Budi Santoso sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya pun masih menjadi polemik.
Diwartakan sebelumnya, beredar kabar bahwa Prof. Budi Santoso atau yang akrab dipanggil Prof. Bus ini diberhentikan dari jabatan Dekan FK Unair usai menolak usulan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk memasukkan dokter-dokter asing ke Indonesia.
Kabar ini pun meluas dan mendapat respon dari berbagai pihak termasuk Mahfud MD. Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang kerap mengisi kuliah tamu di Unair ini pun menyayangkan pemecatan Dekan FK Unair tersebut.
"Saya sering diundang untuk memberi ceramah baik di Unair maupun di Fakultas Kedokterannya. Sangat mengejutkan ketika ada berita pemberhentian atas Dekan FK," tulis Mahfud MD dalam cuitan di akun Twitter @mohmahfudmd.
"Prof Budi Santoso diberhentikan oleh Rektor Prof. Nasih, setelah ada berita bahwa Dekan FK tersebut menolak usulan Kemenkes atas masuknya dokter-dokter asing ke Indonesia," imbuhnya.
Mahfud MD juga menyebut soal Kemenkes yang tak ada kewenangan dalam penggantian Dekan FK hingga menyinggung soal "lempar batu sembunyi tangan".
Baca Juga: Profil Budi Santoso, Dekan FK Unair yang Dicopot Karena Tolak Dokter Asing
"Masalahnya, Kemenkes juga tidak meminta penggantian Dekan karena tidak ada hubungan struktural dengan institusi tersebut, begitu pula Kemendikbud yang menyesalkan pemberhentian Prof. Budi," ujar Mahfud.
"Apalagi masalah ini menyangkut perguruan tinggi. Jangan sampai ada orang melempar batu ke Unair tapi menyembunyikan tangannya," sambungnya.
Mantan Menkopolhukam ini lantas mempertanyakan penjelasan Prof. Nasih selaku Rektor Unair atas pemecatan Dekan FK Unair yang saat ini masih belum memberikan pernyataan secara jelas.
"Saya kenal Prof. Budi maupun Prof. Nasih, keduanya adalah sahabat baik saya dan keduanya orang-orang baik," kata Mahfud.
"Prof, Nasih juga orangnta terbuka terhadap perbedaan dan tawadhu' (rendah hati) dalam kesehariannya dan kini publik pun menunggu kejelasan tentang pemberhentian DK FK Unair tersebut," tuturnya.