Seluruh Dosen pun mogok ngajar, dan menyampaikan orasi untuk meminta agar Prof. Budi Santoso dikembalikan pada posisi Dekan FK Unair seperti semula.
Bahkan, aksi ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak termasuk kampus-kampus kedokteran maupun dari berbagai jurusan Institusi pendidikan lainnya.
Tampak kampus FK Unair pun mendapat banyak kiriman bunga sebagai wujud atas matinya kebebasan berpendapat dan juga mendukung kembalinya Prof. Bus dengan menggaungkan tagar "Save Prof. Bus" di media sosial.
Pemberhentian Dekan FK Unair ini masih menjadi polemik dan menimbulkan tanda tanya besar bagi publik. Bukan tanpa alasan, pemberhentian Prof. Bus ini menjadi sorotan dan ditengarai ada hubungannya dengan penolakan kebijakan pemerintah.
Prof. Budi Santoso diberhentikan usai menolak rencana pemerintah melalui Kemenkes RI soal rencana pemerintah mendatangkan dokter asing ke Indonesia.
Menurut Budi, sebagian besar fakultas kedokteran yang ada di Indonesia mampu meluluskan dokter berkualitas yang tak kalah dengan dokter asing, sehingga ia dengan lantang menolak rencana tersebut.
Namun, setelah menyatakan pendapatnya, Budi Santoso dipanggil pimpinan kampus hingga akhirnya dipecat sebagai Dekan FK UNAIR.***
Artikel Terkait
Hubungan 'Asian Values' dan Dinasti Politik yang Viral akibat Arie Putra dan Pandji, Sering Dikritik karena Jadi Alat Membungkam Demokrasi
Usai Laga Indonesia vs Filipina, Instagram Erick Thohir Ramai Diserbu Netizen: Protes Gegara Anang dan Anshanty Hingga Rumput GBK
Anies Baswedan Bongkar Masalah Terbesar Demokrasi di Indonesia: Persepsinya Menjadi Berbeda-beda
Protes Pencalonan Marshel Widianto di Pilkada Tangsel, Pandji Pragiwaksono Salahkan Gerindra: Partai Macam Apa Lu?
Lain dari yang Lain, Rumah Pensiun Jokowi Dinilai Paling Luas dari Presiden Sebelumnya, Kok Gak di IKN?
Rakyat Menjerit Saksikan Jokowi Bakal Tempati Rumah Pensiun di Colomadu Seluas 1,2 Hektar: Masih Sangat Sederhana