SketsaNusantara.id - Menagih hutang adalah maut, mungkin ungkapan itu sangat cocok dengan nasib seorang wanita bernama Feni Ria.
Sebelumnya warga dihebohkan dengan penemuan kerangka manusia di Nagari Guguk, Lima Puluh Kota di Sumatera Barat.
Fenis Ria sendiri merupakan seorang pekerja di unit simpan pinjam dimana ia bertugas sebagai penagih pinjaman kepada nasabah.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV, Feni Ria dikabarkan keluarga menghilang selama beberapa hari sejak 26 Juni 2024.
Rupanya Feni Ria menghilang setelah ia usai melakukan penagihan kepada nasabahnya yang merupakan sepasang suami istri berinisial RN dan YN.
Atas laporan hilangnya Feni Ria tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran.
Sampai kemudian ditemukan sebuah rekaman pada CCTV pabrik telur yang dekat dengan rumah RN, bahwa Feni Ria menuju rumah RN dan tak terlihat lagi.
Setelah diusut, ternyata Feni Ria telah dibunuh oleh RN dan istrinya YN setelah tagih hutang pada pasangan tersebut.
Baca Juga: Solusi Kontroversial Ahok untuk Program Makan Siang Gratis: Lebih Sederhana dan Berani
Lalu untuk menghindari bau busuk yang akan ditimbulkan mayat Feni Ria, maka kedua suami istri itu kemudian membakar mayatnya.
Setelahnya masyarakat heboh karena menemukan kerangka mayat yang sudah gosong karena dibakar.
Dari sanalah kemudian terungkap benang merah penemuan kerangka gosong oleh warga bahwa kerangka itu adalah kerangka mayat Feni Ria yang telah dibunuh oleh pasangan tersebut karena telah menagih hutang senilai Rp 7 juta.
Pada Kamis 4 Juli 2024, RN sudah ditangkap polisi dan masih dilakukan pengejaran pada YN, yang merupakan pasangan dari RN sendiri.