SketsaNusantara.id - Naskah atau tulisan asli seorang penulis menjadi salah satu harta paling berharga bagi orang tersebut.
Sehingga ketika tulisan tersebut hilang begitu saja, tentu membuat sang penulis patah hati.
Itulah yang tengah dirasakan Soesilo Toer, adik Pramoedya Ananta Toer.
Penulis sekaligus doktor jebolan Moskow ini kehilangan tulisan asli tentang Samin, salah satu kelompok masyarakat yang dikenal dengan ajaran Sedulur Sikep.
Tulisan Soesilo Toer tentang masyarakat Samin di Blora yang ditulis sekitar tahun 2009-2013 itu dipinjam seorang akademisi bernama Amrih Widodo.
Hingga saat ini, berdasarkan pengakuan Soesilo lewat akun Instagramnya @soesilo_toer, tulisan tersebut masih belum dikembalikan.
Penulis yang juga pernah menjadi pemulung ini akhirnya ‘menyolek’ Bupati Blora, Arief Rohman yang beberapa waktu lalu menyelenggarakan festival budaya dengan salah satu narasumbernya yakni Amrih Widodo.
“Amrih Widodo meminjam tulisan asli @soesilo_toer tentang Samin dengan janji akan dikembalikan. Namun sampai saat ini tulisan itu belum dikembalikan,” tulisnya dalam unggahan tanggal 4 Juli 2024.
Tak hanya itu, Soesilo Toer juga mengungkapkan tidak adanya niat baik dari Amrih Widodo.
Antropolog tersebut dinilai tidak menepati janji untuk mengembalikan tulisan asli tentang Samin miliknya.
Artikel Terkait
Event Kuliner Non Halal di Solo Ditutup Gegara Dianggap Meresahkan Warga, Netizen Ramai Sebut Ormas Kota Surakarta Putus Rezeki Orang
Lain dari yang Lain, Rumah Pensiun Jokowi Dinilai Paling Luas dari Presiden Sebelumnya, Kok Gak di IKN?
Media Asing Soroti Desakan Menkominfo Mundur Pasca Serangan Ransomware PDNS, Sebut Budi Arie 'Menteri Giveaway', Apa Artinya?
Catat Tanggalnya! Blitar Ethnic Nasional Carnival 2024 Digelar Kembali, Tampilkan 49 Seni Budaya
Tiga Bulan Ditahan Kejaksaan RI, Begini Kondisi Terbaru Harvey Moeis dan Perkembangan Kasus Korupsi Timah 271 T