SketsaNusantara.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kini tengah jadi sorotan publik.
Pasalnya, Mantan Menteri Pendidikan tersebut mengungkapkan pendapatnya yang menuai kontroversi saat menghadiri Rapat Panja Pembiayaan Pendidikan bersama Komisi X DPR RI pada hari Selasa, 2 Juli 2024.
Dalam rapat yang disiarkan langsung di kanal YouTube TVR Parlemen, Muhadjir menyatakan akan mendukung segala usaha yang dapat meringankan beban mahasiswa termasuk pembiayaan kuliah menggunakan pinjol atau pinjaman online.
Muhadjir tak mempermasalahkan skema pembayaran biaya kuliah menggunakan pinjaman online atau pinjol yang dinilai bisa membantu meringankan beban bagi mahasiswa yang kurang mampu.
"Kenapa tidak? Asalkan (pinjol) itu resmi, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan dan pastinya ini bisa jadi opsi yang dipastikan tidak akan merugikan mahasiswa," tutur Muhadjir.
Seperti yang diketahui, wacana pembayaran kuliah menggunakan pinjol ini sudah menuai kontroversi sejak beberapa bulan lalu, karena dianggap menambah beban bagi masyarakat.
Tak sampai di situ, Muhadjir juga menyarankan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk menarik biaya tinggi saat pelaksaan wisuda.
Menurutnya, orang tua mahasiswa tidak akan keberatan untuk mengeluarkan biaya tinggi apalagi untuk seremonial wisuda yang hanya bisa dirasakan beberapa tahun sekali.
"Orang tua itu gak akan protes walaupun ditarik biaya mahal saat mau wisuda, karena kan menyambut momen bahagia lulusan anaknya mau wisuda berapapun pasti dikasih," katanya.
Lebih lanjut, Muhadjir malah ingin menanamkan mindset agar PTS bisa memanfaatkan momen wisuda ini sebagai ladang bisnis untuk mencari keuntungan.
"Misalnya, biaya wisuda ada kenaikan sedikit saja itu, maka bisa ditarik keuntungan, jadi banyak brand perguruan tinggi yang luar biasa, apapun bisa dijual," pungkasnya.