Minggu, 19 Juli 2026

Menko PMK Dukung Bayar Kuliah Pakai Pinjol hingga Usul Naikkan Biaya Wisuda, Auto Dikritik Netizen: Omongannya Makin Ngaco!

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 Juli 2024 | 12:15 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menuai kritikan usai dukung skema pembayaran kuliah pakai pinjol dan naikkan biaya wisuda  (Instagram/muhadjir_effendy)
Menko PMK Muhadjir Effendy menuai kritikan usai dukung skema pembayaran kuliah pakai pinjol dan naikkan biaya wisuda (Instagram/muhadjir_effendy)

SketsaNusantara.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kini tengah jadi sorotan publik.

Pasalnya, Mantan Menteri Pendidikan tersebut mengungkapkan pendapatnya yang menuai kontroversi saat menghadiri Rapat Panja Pembiayaan Pendidikan bersama Komisi X DPR RI pada hari Selasa, 2 Juli 2024.

Dalam rapat yang disiarkan langsung di kanal YouTube TVR Parlemen, Muhadjir menyatakan akan mendukung segala usaha yang dapat meringankan beban mahasiswa termasuk pembiayaan kuliah menggunakan pinjol atau pinjaman online.

Baca Juga: Terjerat Pinjol, Seorang Karyawati Nekat Curi 143 Ponsel Hingga Rugikan Perusahaan Ratusan Juta Rupiah

Muhadjir tak mempermasalahkan skema pembayaran biaya kuliah menggunakan pinjaman online atau pinjol yang dinilai bisa membantu meringankan beban bagi mahasiswa yang kurang mampu.

"Kenapa tidak? Asalkan (pinjol) itu resmi, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan dan pastinya ini bisa jadi opsi yang dipastikan tidak akan merugikan mahasiswa," tutur Muhadjir.

Seperti yang diketahui, wacana pembayaran kuliah menggunakan pinjol ini sudah menuai kontroversi sejak beberapa bulan lalu, karena dianggap menambah beban bagi masyarakat.

Baca Juga: Sekjen Mendikbudristek Suharti Ikut Disentil Anita Jacoba Gah, Ternyata Punya Latar Belakang Pendidikan Mentereng

Tak sampai di situ, Muhadjir juga menyarankan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk menarik biaya tinggi saat pelaksaan wisuda.

Menurutnya, orang tua mahasiswa tidak akan keberatan untuk mengeluarkan biaya tinggi apalagi untuk seremonial wisuda yang hanya bisa dirasakan beberapa tahun sekali.

"Orang tua itu gak akan protes walaupun ditarik biaya mahal saat mau wisuda, karena kan menyambut momen bahagia lulusan anaknya mau wisuda berapapun pasti dikasih," katanya.

Baca Juga: Geger! Foto Kelulusan SMA Ramai Dikritik Netizen Gegara Mengenakan Selempang dengan Gelar 'MIPA', Begini Klarifikasi Pemilik Konten

Lebih lanjut, Muhadjir malah ingin menanamkan mindset agar PTS bisa memanfaatkan momen wisuda ini sebagai ladang bisnis untuk mencari keuntungan.

"Misalnya, biaya wisuda ada kenaikan sedikit saja itu, maka bisa ditarik keuntungan, jadi banyak brand perguruan tinggi yang luar biasa, apapun bisa dijual," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Sumber: Twitter, YouTube TVR Parlemen

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X