Perkataan Menko PMK ini sontak menuai kritikan dari netizen. Tak sedikit warganet menentang pendapat Muhadjir dan dianggap malah menyusahkan rakyat.
"Menko PMK makin hari omongannya makin ngaco! Kuliah gimana caranya diusahakan biar biayanya terjangkau, ini malah nyaranin pake pinjol, mahasiswa bukannya makin pinter mikirin kuliah, tapi malah makin banyak pikiran, orang tua juga makin susah," komentar akun @eb_ganz0.
"Sedih ya, punya mentri seperti Muhadjir ini, wisuda kan momen bahagia malah dimanfaatkan jadi ladang bisnis, kok ya tega malah lembaga pendidikan disuruh keruk keuntungan bukannya malah mikir gimana cara benahi kualitasnya," komentar akun @henponjaduul.
Bukan tanpa alasan, netizen menyayangkan pendapat Muhadjir sejak perkataannya soal pemberian bansos untuk korban taruhan online atau judol menuai kontroversi di masyarakat.
Menurut Muhadjir, korban judol bisa masuk dalam diberikan bansos terutama bagi anak, istri dan keluarga yang menerima dampak utama akibat taruhan online yang makin meresahkan di Indonesia.
Namun, warganet menilai pemberian bansos itu tidak memberikan efek jera dan makin memicu orang lain untuk melakukan judol karena merasa hidupnya terjamin meski kalah taruhan.
Bahkan anggota DPR ada yang menyebut kondisi kemiskinan akibat kalah taruhan online juga tidak bisa masuk kriteria orang yang berhak menerima bansos dan harusnya pemerintah lebih fokus untuk memberantas sumber judol agar tidak ada lagi masyarakat yang terkena dampaknya.***
Artikel Terkait
Akibat Gangguan PDN, 47 Domain Layanan Kemendikbudristek Alami Error, Sulit Akses KIP Kuliah
Profil Timothy Ronald, Influencer Crypto Indonesia yang Diduga Diperiksa oleh Pihak Berwenang, Bakal Senasib Indra Kenz?
Pembelaan Satir Deddy Corbuzier, Sebut Marshel Widianto Action Value hingga Fakta IQ Orang Indonesia, Pandji: Gila Lo
Jelang Pilkada Kota Batu Krisdayanti Aktif Bermanuver Rebut Hati Masyarakat, Curi Start Kampanye?
Viral! Pria Asal Surabaya Nekat Mencuri Celana Dalam Penghuni Kos, Alasannya Bikin Netizen Geram