Minggu, 19 Juli 2026

Menko PMK Dukung Bayar Kuliah Pakai Pinjol hingga Usul Naikkan Biaya Wisuda, Auto Dikritik Netizen: Omongannya Makin Ngaco!

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 Juli 2024 | 12:15 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menuai kritikan usai dukung skema pembayaran kuliah pakai pinjol dan naikkan biaya wisuda  (Instagram/muhadjir_effendy)
Menko PMK Muhadjir Effendy menuai kritikan usai dukung skema pembayaran kuliah pakai pinjol dan naikkan biaya wisuda (Instagram/muhadjir_effendy)

Perkataan Menko PMK ini sontak menuai kritikan dari netizen. Tak sedikit warganet menentang pendapat Muhadjir dan dianggap malah menyusahkan rakyat.

Baca Juga: Cuitan Mahfud MD Kritik Pernyataan Bahlil Lahadalia Soal Investor Asing yang Masuk ke IKN Banjir Komentar Netizen dan Jadi Sorotan

"Menko PMK makin hari omongannya makin ngaco! Kuliah gimana caranya diusahakan biar biayanya terjangkau, ini malah nyaranin pake pinjol, mahasiswa bukannya makin pinter mikirin kuliah, tapi malah makin banyak pikiran, orang tua juga makin susah," komentar akun @eb_ganz0.

"Sedih ya, punya mentri seperti Muhadjir ini, wisuda kan momen bahagia malah dimanfaatkan jadi ladang bisnis, kok ya tega malah lembaga pendidikan disuruh keruk keuntungan bukannya malah mikir gimana cara benahi kualitasnya," komentar akun @henponjaduul.

Bukan tanpa alasan, netizen menyayangkan pendapat Muhadjir sejak perkataannya soal pemberian bansos untuk korban taruhan online atau judol menuai kontroversi di masyarakat.

Baca Juga: Profil Hinsa Siburian, Kepala BSSN yang Ramai Jadi Sorotan dan Panen Kritik Usai Kasus Peretasan PDSN

Menurut Muhadjir, korban judol bisa masuk dalam diberikan bansos terutama bagi anak, istri dan keluarga yang menerima dampak utama akibat taruhan online yang makin meresahkan di Indonesia.

Namun, warganet menilai pemberian bansos itu tidak memberikan efek jera dan makin memicu orang lain untuk melakukan judol karena merasa hidupnya terjamin meski kalah taruhan.

Bahkan anggota DPR ada yang menyebut kondisi kemiskinan akibat kalah taruhan online juga tidak bisa masuk kriteria orang yang berhak menerima bansos dan harusnya pemerintah lebih fokus untuk memberantas sumber judol agar tidak ada lagi masyarakat yang terkena dampaknya.***

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Sumber: Twitter, YouTube TVR Parlemen

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X