SketsaNusantara.id - Permasalahan terkait Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menjadi kekhawatiran publik belakangan ini akhirnya menemui titik terang.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan atau Menkopolhukam RI, Hadi Tjahjanto mengungkapkan penyebab PDN Sementara di Surabaya menjadi terserang Ransomware.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 1 Juli 2024, dan disiarkan langsung di kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Hadi menyebut adanya kesalahan internal yang mengakibatkan permasalahan data akhir-akhir ini.
Menurutnya, salah satu faktor penyebab data bisa terserang malware ransomware versi terbaru LockBit 3.0. lantaran adanya penggantian password yang tidak termonitor.
"Berdasarkan hasil forensik, sudah bisa diketahui bahwa selalu ada user yang passwordnya tidak termonitor, sehingga terjadi permasalahan serius akhir-akhir ini," ungkap Hadi Tjahjanto usai menggelar rapat bersama Menkominfo dan Kepala BSSN di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.
Tidak disebutkan dengan jelas pihak mana yang terindikasi melakukan kelalaian tersebut.
Namun, pemerintah akan terus melakukan penjagaan pada kata kunci atau password yang akan digunakan para user agar tidak sembarangan digunakan.
"Tentunya, kami akan kita berikan suatu edaran agar penggunaan password oleh para user ini juga harus tetap hati-hati, tidak sembarangan dan akan terus dimonitor oleh BSSN," ucap Hadi.
Diketahui, server PDN Sementara di Surabaya terserang virus Ransomware varian Lockbit 3.0 sejak tanggal 20 Juni 2024 lalu, sehingga data terenskripsi dan tidak bisa dibuka.
Komunitas hacker atau peretas yang menyerang sistem dengan menamakan dirinya Brain Cipher ini kemudian "menyandera" PDN Sementara dan meminta tebusan sebesar Rp131 miliar apabila ingin datanya bisa dibuka kembali.
Akibat serangan siber ini, data milik 282 kementerian maupun data lembaga daerah tidak bisa diakses sehingga mengakibatkan gangguan pada sejumlah pelayanan publik, termasuk data beasiswa Kemendikbud hingga sistem imigrasi di bandara juga ikut terdampak.