Selain itu, ditemukan juga kejanggalan berdasarkan keterangan mantan pegawai pemerintah setempat yang mengaku tidak tahu bahkan tidak pernah melihat keberadaan dua makam tersebut sejak tahun 1984 lalu.
Keanehan lain yang ditemukan dari kedua makam tersebut adalah batu nisannya yang terbuat dari marmer dan mudah sekali dibersihkan, mengingat makam tersebut sudah ada sejak tahun 80-an.
"Anehnya makam tersebut batu nisannya terbuat dari marmer dan gampang sekali dibersihkan, mengingat itu kalo sudah ada tahun 80-an ada kotoran di batu nisan juga bakal sulit dihilangkan," tutur Akhmad.
Menindak lanjuti hal ini, pihak Dinsos Jember kemudian berusaha mencari ahli waris atau keluarga korban untuk melakukan konfirmasi agar bisa bersama-sama memindahkan makam tersebut.
"Setelah diketahui nomor di batu nisan tersebut tidak tercantum dalam data minvet maka kami berusaha mencari keluarganya," ucap Akhmad.
"Kami juga memberikan waktu satu bulan agar ahli waris atau keluarga bisa segera melapor ke camat, koramil, minvet, dinas sosial maupun polsek untuk konfirmasi sehingga nantinya kita bisa bersama-sama memindah makam tersebut," pungkas Akhmad.***