SketsaNusantara.id - Menjelang pertengahan tahun 2024, Kabupaten Jember mendapatkan tambahan alokasi pupuk dua kali lipat.
Hal ini membuat petani di Jember tidak kebingungan pupuk menjelang masa tanam kedua, tetapi ada persoalan lain yang melanda yakni tingkat serapan pupuk di Jember masih rendah.
Berdasarkan data alokasi pupuk Urea yang awalnya 37.000 ton menjadi 63.248 ton dan NPK dari 24.257 ton menjadi 51.839 ton.
"Dengan adanya kuota baru ini menjadi hal yang sangat baik bagi petani Jember, tetapi jumlah serapannya masih sangat rendah jelang musim tanam kedua," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Jupriono, saat dikonfirmasi Tim SketsaNusantara.id pada Selasa 4 Juni 2024.
Sampai dengan saat ini dirinya mencatat, jumlah serapan pupuk petani masih di bawah 30 persen. Padahal saat ini sudah masuk tanam kedua di Jember, kondisi ini berbanding terbalik dari tahun sebelumnya.
Jupriono menerangkan, di bulan Juni 2023 lalu serapan pupuk petani sudah mencapai 50 persen. Kendala yang dialami di lapangan saat ini terkait dengan data petani.
"Pasalnya data petani saat ini harus diinput dalam system yang terintegrasi secara digital, yang nantinya digunakan di kios-kios pupuk agar penerimanya tepat sasaran," terangnya.
Kemudian, kendala lainnya bahwa petani di Jember ini tidak masuk dalam data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
"Dengan ini Dinas THP akan segera menyelesaikan penyesuaian RDKK baik secara dosis perhektar atau sesuai luasan lahan," tegasnya.***
Artikel Terkait
Letaknya Jauh di Puncak Bogor dan Konon Jadi Tempat Lahirnya Gagasan Hebat, Beginilah Suasana Tempat Kesayangan Presiden Pertama Indonesia
Bikin Heboh dan Kisruh Banget! Viral Ajang Lomba Senyum Mirip Gibran Rakabuming Raka yang Diadakan Universitas Tangerang Raya, Syaratnya Aneh Banget
Download 11 Link Twibbon Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2024 Lengkap dengan Tema, Yuk Lestarikan Bumi!
Gus Jaddin Bakal Calon Perseorangan Diberi Waktu 5 Hari Perbaiki Syarat Pendaftaran di Pilkada Jember 2024