SkestaNusantara.id- Udara dingin mulai dirasakan oleh beberapa wilayah di Jember dan sekitarnya.
Fenomena ini rupanya merupakan salah satu perubahan suhu yang bahkan sudah didata oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.
Suhu yang dingin atau bediding ini dirasakan oleh warga Jember dan sekitarnya. Tak sedikit netizen yang menceritakan pengalaman serupa.
Baca Juga: Mau Ajak Temen Nongkrong? Yuk, Kunjungi 3 Kedai Kopitiam Ini di Jember, Bisa Ngopi dan Sarapan Lho
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa fenomena ini dikenal dengan sebutan bediding.
Bediding merupakan perubahan suhu yang terjadi di awal musim kemarau. Kondisi ini biasanya terjadi ketika udara malam dan pagi hari lebih dingin dari biasanya.
Namun pada siang hari, suasana suhu atau cuaca akan terik dan panas. Hal ini yang dirasakan oleh warga Jember dan sekitarnya.
Baca Juga: Laksanakan Amar Putusan MK, KPU Jember Tegaskan Prosesnya Sudah Sesuai Petunjuk Teknis
Adapun melansir dari Instagram @aslijembermat pada 20 Juni 2024 Kepala BMKG Banyuwangi, Teguh Tri Susanto menyatakan jika hal ini terjadi karena pergerakan angin.
Yakni pergerakan angin muson timur yang telah menggiring massa udara dingin. Dari Australia ke wilayah Indonesia.
Selain itu, berdasarkan data BMKG suhu udara di Jember hingga mencapai titik rendah yakni 20 derajat celcius.
Lebih lanjut, faktor lain dari suhu dingin ini adalah tutupan awan. Sebab tutupan awan itu cenderung sedikit.
Perlu diketahui bahwa fenomena yang terjadi di Jember ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa pekan.