Burung gagak merah yang menggigit tasbih tersebut berfilosofikan bahwa agama Islam, sedangkan kepala macan tersebut digambarkan sebagai Singo Barong.
Dengan cerdik, Batara Katong mengadopsi tarian ini dan menyelipkan nilai-nilai Islam di dalamnya, sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat Ponorogo.***