SketsaNusantara.id - Sosok Burhanis (BH) bos rental mobil asal Jakarta yang jadi korban pengeroyokan di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah kembali jadi sorotan publik.
Diwartakan sebelumnya, Burhanis meninggal dunia dan menjadi korban pengeroyokan amuk massa yang terjadi di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah pada hari Kamis, 6 Juni 2024 lalu.
Saat kejadian, Burhanis dituduh maling yang mengambil mobil hasil curiannya. Padahal, mobil Honda Sigra yang berada di Sukolilo, Pati merupakan kendaraan miliknya sendiri yang sebelumnya sempat hilang dan terlacak ada di wilayah tersebut.
Kasus pengeroyokan yang terjadi di Sukolilo, Pati pun makin menjadi sorotan publik. Terlebih, terungkap pula pernah terjadi kasus serupa beberapa kali di wilayah tersebut yang tidak hanya merenggut nyawa Burhanis saja.
Kasus tersebut telah ditangani Kepolisian RI dan kini masih terus dalam tahap penyusuran untuk mengungkap tuntas semua pelaku yang terlibat aksi pengeroyokan dan pembakaran yang telah melenyapkan mobil milik korban.
Sepekan lebih penyelidikan kasus berjalan, Burhanis kembali jadi sorotan usai salah seorang warganet mengungkap sifat asli Burhanis yang jadi korban pengeroyokan di Sukolilo, Pati.
Salah seorang warganet bernama Muhammad Rezki Achyana mengaku kenal dekat dengan Burhanis dan menyebut sosoknya sebagai pribadi yang sangat baik dan suka membantu orang lain.
"Kaget banget, baru tahu ternyata bos rental mobil dari Jakarta yang jadi korban di Pati itu adalah Bapak asuh saya dulu," ungkap akun @rezkiachyana dalam cuitannya yang diposting di Twitter (sekarang X) pada hari Senin, 17 Juni 2024.
Muhammad Rezki Achyana sendiri merupakan salah satu pengusaha asal Padang dan seorang yang cukup berpengaruh di Indonesia dengan mendedikasikan dirinya untuk membantu para penyandang disabilitas agar bisa membaur dan bekerja sama dengan baik di masyarakat.
Baca Juga: Suarakan Pembelaan untuk Korban Sukolilo, @PartaiSocmed Mengaku Diserang Buzzer di X
Rezki mengaku pernah bertemu Burhanis pada tahun 2014 lalu dan menjadi saksi bahwa bapak asuhnya tersebut adalah sosok orang tua yang penyayang.
"Pertama kali ikut training tentang terapi perilaku anak berkebutuhan khusus tahun 2014. Gue tinggal di rumah Om Burhan selama pada 5 bulan dan diperlakukan sangat baik seperti anaknya sendiri," kenang Rezki.