Selama proses tersebut menurutnya, sudah banyak upaya dilakukan untuk meminta dilaksanakan konferensi namun selalu tidak ada jawaban yang pasti.
“Sampai MWCNU berangkat ke PWNU untuk bertanya tetapi tidak bisa memberikan jawaban. Kondisi ini menunjukan bahwa ada ketidak kompakan di internal PBNU serta adanya tarik ulur, yang bisa berdampak tidak baik di level akar rumput,” tegasnya.
“Kami juga sudah bertemu Sekjen PBNU Gus Ipul, tetapi hasilnya sama saja tidak ada hasil. Apalagi kondisi ini bukan hanya dirasakan di Jember melainkan dari berbagai daerah di Indonesia,” sambungnya.
Maka, dengan adanya karteker harus bisa segera membentuk konferensi cabang. Sebab, para ulama dan kiai sudah menunggu pemimpin khususnya meneruskan perjuangan PCNU Jember.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI