SketsaNusantara.id – Dialog antara Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Fatimah Azzahra, dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), M. Qodari, menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Keduanya tampil dalam program "Dua Sisi" yang tayang pada Kamis, 16 Juli 2026, dengan mengangkat tema "Mahasiswa Bersuara, Pemerintah Angkat Bicara".
Cuplikan dialog tersebut kemudian viral di berbagai platform seperti Instagram, Threads, hingga TikTok karena memperlihatkan perbedaan gaya komunikasi kedua narasumber.
Dalam forum tersebut, Fatimah Azzahra mewakili pandangan mahasiswa menyampaikan sejumlah kritik terhadap berbagai program pemerintah. Sementara itu, M. Qodari memberikan tanggapan dari sudut pandang pemerintah sebagai narasumber dari Bakom RI.
Sejumlah isu turut dibahas, mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga persoalan mahasiswa yang terancam putus kuliah akibat keterbatasan biaya pendidikan.
Fatimah menilai persoalan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Ia mencontohkan pengalaman di Universitas Indonesia, di mana banyak alumni secara swadaya memberikan bantuan beasiswa agar mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Namun, suasana dialog menjadi lebih intens ketika Fatimah beberapa kali menyampaikan pendapatnya dan mendadak perkataannya kerap dipotong oleh Qodari.
Dengan tetap menjaga nada bicara, mahasiswi Fakultas Kedokteran UI itu meminta agar dirinya diberi kesempatan menyelesaikan penjelasan terlebih dahulu.
Baca Juga: Tepis Rumor Miring di Medsos, Qodari Pastikan Kopdes Merah Putih Terus Berjalan Sesuai Target
"Bisa izinkan saya berbicara? Baik saya akan menjelaskan, mohon jangan dipotong perkataan saya, karena saya sendiri juga tidak pernah memotong perkataan Bang Qodari," ujar Fatimah.
Meski sudah diberikan peringatan, Qodari tetap menyela perkataan Fatimah. Alih-alih terbawa emosi, mahasiswi angkatan tahun 2023 itu pun menghentikan perkataannya meski ia sempat menjelaskan dengan nada tinggi untuk memperjelas ucapannya saat Qodari menyela.
Meski demikian, dialog tetap berlangsung dinamis dengan saling menanggapi argumentasi masing-masing. Momen tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibahas oleh warganet.