news

5 Fakta Ledakan Gudang Amunisi di Madiun: Begini Kronologi Insiden yang Menyebabkan 1 TNI Meninggal Dunia dan 6 Terluka, Apa Penyebabnya?

Jumat, 17 Juli 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi pasca terjadi ledakan di Gedung Pusat Amunisi di Saradan, Madiun, yang menewaskan 1 prajurit TNI AD (Facebook Ponorogo Komunitas Online)

SketsaNusantara.id – Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan kabar ledakan hebat yang mengguncang Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Insiden ini terjadi pada hari Kamis, 16 Juli 2026 yang menyita perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kondisi gudang amunisi pasca terjadi ledakan beredar luas di media sosial.

Perisitwa ini terjadi saat personel menjalankan prosedur rutin pemeriksaan dan perawatan material amunisi yang mengakibatkan 1 prajurit TNI gugur, sementaran 6 lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Ngeri! Detik-Detik Terjadi Ledakan di Biak Numfor Papua, Diduga Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Area Pemukiman Warga, Begini Kronologinya

Berikut sederet fakta ledakan gudang amunisi di Madiun yang telah dihimpun SketsaNusantara.id dari berbagai sumber.

1. Kronologi Kejadian

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa ledakan terjadi di kompleks Gudang Pusat Amunisi II Puspalad pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.

Ledakan terjadi ketika sejumlah personel TNI AD sedang menjalankan prosedur pemeriksaan dan perawatan material amunisi yang dilakukan secara rutin.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur rutin pemeriksaan dan perawatan material munisi di salah satu gudang penyimpanan," ujar Kadispenad, Brigjen TNI Donny Pramono, dikutip dari unggahan akun Instagram @madiun_info.

Baca Juga: Ledakan Amunisi Menelan Korban Jiwa di Garut, Ini Prosedur Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai Berdasarkan Juklak Kementerian Pertahanan RI

2. Satu Prajurit TNI Gugur, 6 Personel Terluka

Insiden tersebut merenggut korban jiwa yang mengakibatkan 1 prajurit TNI AD meninggal dunia serta 6 personel lainnya terluka.

"Dalam insiden tersebut, satu orang personel dinyatakan meninggal dunia, kemudian empat orang mengalami luka berat dan dua orang lainnya mengalami luka ringan," ungkap Donny.

Beberapa saat setelah terjadi ledakan, dilakukan proses evakuasi dan seluruh korban luka segera dilarikan ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Halaman:

Tags

Terkini