news

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis YT Digelar di Mapolda Jabar, Kondisi Korban Membaik

Kamis, 2 Juli 2026 | 09:59 WIB
Ilustrasi penganiayaan. (Pixabay/Tumisu)

Kondisi YT Mulai Membaik, Operasi Direncanakan Pekan Ketiga

Di tengah proses hukum yang berjalan, kondisi kesehatan YT yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dilaporkan mulai menunjukkan perbaikan. Direktur Utama RSHS Bandung, dr. Rachim Dinata Marsidi, menyampaikan bahwa tim medis telah menyusun jadwal perawatan intensif bagi korban yang diperkirakan berlangsung dalam jangka waktu panjang.

"Dua minggu ini sudah perbaikan, tapi belum sempurna. Kami belum bisa memulai operasi. Insyaallah pada minggu ketiga sudah bisa dilakukan, dan penanganan itu dijadwalkan hingga hampir satu tahun, termasuk untuk bagian kaki," ujar dr. Rachim Dinata Marsidi.

Pernyataan ini menjadi kabar penting bagi publik yang mengikuti perkembangan kasus, sekaligus menggambarkan betapa berat luka yang harus dipulihkan YT dalam waktu dekat.

Infeksi Parah Sempat Mengancam Nyawa Korban

Terkait isu ditemukannya belatung di kepala korban akibat luka yang membusuk, dr. Rachim menjelaskan bahwa infeksi yang dialami korban sudah sangat parah karena terlambat mendapatkan penanganan medis. Kondisi ini bahkan sempat berpotensi fatal bagi keselamatan YT.

"Karena infeksinya sudah terlalu lama, begitu datang kami langsung tangani. Sebab, kondisi itu bisa menyebabkan sepsis sehingga kuman menyebar ke seluruh tubuh dan dapat berujung pada kematian," pungkasnya.

Sepsis merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi justru merusak jaringan dan organ tubuh sendiri. Jika tidak ditangani cepat, kondisi ini dapat memicu kegagalan organ secara bertahap.

Penjelasan dokter tersebut sekaligus menegaskan urgensi penanganan cepat yang dilakukan tim medis RSHS begitu korban tiba di rumah sakit. Saat ini, YT masih berada di bawah pengawasan ketat tim dokter RSHS Bandung untuk memastikan kondisinya terus membaik sebelum tindakan operasi dilakukan.

Kasus ini menyita perhatian publik karena tingkat kekerasan yang dialami korban tergolong ekstrem, sementara proses hukum terhadap tersangka masih terus bergulir di Polda Jawa Barat.***

Halaman:

Tags

Terkini