SketsaNusantara.id – Krisis air bersih mulai dirasakan warga Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember.
Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember langsung mengirimkan tim assessment untuk memetakan dampak kekeringan sekaligus menyiapkan langkah penanganan yang dibutuhkan masyarakat.
Tim assessment diterjunkan pada Rabu 1 Juni 2026, Kegiatan pendataan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.25 WIB setelah seluruh informasi di lapangan berhasil dihimpun.
Baca Juga: PMI Jember Siagakan Truk Tangki Air Bersih dan Ambulans Hadapi Ancaman Kekeringan Akibat El Nino
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan proses assessment menjadi tahapan penting sebelum organisasi menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak.
"Assessment dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Dari hasil pendataan, warga masih sangat membutuhkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari hingga sumber air kembali normal," ujar Zainollah.
Menurut dia, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar bagi PMI dalam menentukan bentuk intervensi yang paling dibutuhkan masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung.
Pihaknya juga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus dilakukan agar penanganan krisis air bersih dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Jember, Imam Muslim Al Hariri, mengungkapkan bahwa hasil assessment menunjukkan sekitar 80 hingga 100 kepala keluarga terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan sedikitnya 10 sumur gali milik warga sudah tidak lagi mengandung air. Selain itu, dua sumur bor yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air bersih juga dilaporkan telah berhenti mengalir.
Baca Juga: KSR PMI Unmuh Jember Gelar Donor Darah, Ajak Mahasiswa untuk Aktif dalam Aksi Kemanusiaan
Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mencari sumber air alternatif meskipun kualitasnya jauh dari ideal.
"Sebagian warga terpaksa memanfaatkan sumur bor di area TPA, namun kondisi airnya berbau. Ada juga yang mengambil air dari bekas galian tambang bata, tetapi airnya keruh dan berbau sehingga kurang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," kata Imam Muslim Al Hariri.
Artikel Terkait
Donor Darah Kecamatan Ambulu dan RSU Jember Klinik Hasilkan 88 Kantong Darah, PMI Jember Apresiasi Tingginya Kepedulian Warga
Kejar Sertifikasi CPOB 2026, PMI Jember Pastikan Proses Berjalan Sesuai Jalur dan Target Ajukan ke BPOM Agustus
Jemaat Gereja HTSPM Sempusari Jember Donor Darah Setelah Ibadah, PMI Berhasil Kumpulkan 22 Kantong
3 Hari di Lereng Ledokombo, Relawan PMI Jember Jalani Simulasi Korban Massal hingga Edukasi Bencana untuk Ratusan Pelajar
Tanpa Hadiah dan Suvenir, Warga Desa Bangsalsari Jember Tetap Berbondong-bondong Donor Darah, PMI Pulang Bawa 63 Kantong
PMI Jember dan JRCS Evaluasi Program Kesiapsiagaan Bencana di Puger dan Gumukmas, Siap Optimalkan Kerjsama hingga Selesai
KSR PMI Unmuh Jember Gelar Donor Darah, Ajak Mahasiswa untuk Aktif dalam Aksi Kemanusiaan
Antusiasme Warga Membludak, Donor Darah di Program Bunga Desaku Hasilkan Lebih dari 30 Kantong untuk PMI Jember
Bukti Kesiapsiagaan Relawan, SIBAT dan KSR PMI Jember Evakuasi Bocah yang Pingsan Saat Kirab Petik Laut Puger
PMI Jember Siagakan Truk Tangki Air Bersih dan Ambulans Hadapi Ancaman Kekeringan Akibat El Nino