SketsaNusantara.id – Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menanggapi banyaknya tudingan yang menyeret namanya belakangan ini hingga dihujani berbagai hujatan di media sosial.
Mahasiswa Program Studi Filsafat Universitas Gadjah Mada angkatan 2021 itu dituduh memiliki keterkaitan dengan partai politik tertentu lantaran kerap menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
Menanggapi tudingan tersebut, Tiyo memilih tidak larut dalam polemik. Ia menegaskan bahwa pihak yang melontarkan tuduhan tersebut yang seharusnya memiliki kewajiban untuk membuktikannya.
Dihujani beragam tudingan miring, Tiyo terus bersuara. Ia memilih fokus menyampaikan kritik berdasarkan data dan substansi dibanding sibuk menjawab satu per satu tudingan yang beredar.
"Biarlah waktu yang menentukan apakah tudingan itu benar atau keliru. Biarlah narasi yang saya ucapkan yang jadi ukuran, apakah tudingan itu benar atau keliru," kata Tiyo kepada awak media, Kamis, 25 Juni 2026.
"Karena hanya dengan itu cara kita untuk mengukur apakah kita itu adalah sosok yang independen atau kita adalah patron atau berpatron pada pihak-pihak tertentu," ujarnya.
Bukan hanya itu, Tiyo juga menyoroti pihak yang pertama kali melontarkan tuduhan terhadap dirinya, yakni Aliansi BEM Bersatu.
Menurutnya, sebelum membahas substansi tudingan yang diarahkan kepadanya, publik perlu terlebih dahulu mempertanyakan kredibilitas pihak yang menyampaikan tuduhan miring padanya.
"Aliansi BEM Fakultas Bersatu menuduh saya macam-macam. Saya terkait dengan partai tertentu dan sebagainya. Tapi sebelum bicara soal substansi, mari kita pertanyakan siapa yang bicara," ujarnya.
Tiyo sendiri mengaku baru mendengar nama aliansi tersebut ketika konferensi pers yang menyerang dirinya ramai diberitakan media. Ia bahkan menduga aliansi BEM Bersatu hanya 'fiktif' dan mengada-ada.
Pasalnya, setelah konferensi pers tersebut berlangsung, sejumlah kampus dan organisasi mahasiswa yang namanya dicatut justru memberikan klarifikasi dan membantah keterlibatan mereka.
"Sesudah mereka (Aliansi BEM Bersatu) melakukan konferensi pers itu, banyak yang speak up. Ada kampus yang membantah, ada organisasi yang mereka klaim sebagai pimpinannya ternyata memberikan klarifikasi karena nyatanya tidak ikut terlibat," kata Tiyo.