Tiyo sendiri menilai gerakan mahasiswa seharusnya lahir dari kajian akademik, data, serta keresahan masyarakat, bukan sekadar membangun narasi yang berujung pada serangan personal terhadap individu tertentu.
Ia berharap perdebatan yang terjadi tidak mengaburkan fungsi utama mahasiswa sebagai kelompok kritis yang mengawal berbagai kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas.
"Ini bukan lagi sekadar perbedaan opini di kalangan mahasiswa, melainkan indikasi kuat dari gerakan artifisial yang dikondisikan oleh elite tertentu demi menciptakan ilusi konflik horizontal di akar rumput. Ketika mahasiswa sibuk dibenturkan dengan mahasiswa, siapa yang paling diuntungkan?" pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Pertemuan Mahasiswa dan Gibran Berujung Polemik, Istana Bantah Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Tuntutan
Megawati Heran Aksi Mahasiswa Dijaga TNI-Polri, Sebut Warga Tak Perlu Takut Menyampaikan Pendapat di Negara Demokrasi
Dari Pembekuan MBG hingga Subsidi UKT, Ini Deretan Tuntutan Mahasiswa yang Diterima Gibran dan Akan Dibawa ke Prabowo
Viral Intel Polisi Kepergok Masuk Kampus UMY, Polda DIY Akui Anggotanya Ditugaskan Pasca Aksi Mahasiswa di Titik Nol Yogyakarta, Begini Klarifikasinya
Heboh Pengakuan BEM UBK yang Bertemu Wapres Gibran Pasca Aksi Demo ke Istana Negara Ternyata Dibayar Polisi, Akui Terima Uang Suap hingga Rp20 juta!
Dugaan Pemberian Rp20 Juta Jadi Sorotan, Komisi III DPR Dorong Polri Bongkar Dugaan Intervensi Aksi Demonstrasi Mahasiswa Universitas Bung Karno