Namun, sebagian besar hasil produksinya berupa batu bara berkalori rendah, sementara sejumlah infrastruktur kelistrikan masih sangat bergantung pada pasokan batu bara berkalori lebih tinggi.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.
Banyak pihak menilai persoalan yang terjadi bukan terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada kebijakan dan mekanisme distribusi yang belum mampu menjamin kebutuhan energi dalam negeri.
Ferry Irwandi sendiri bahkan menyinggung inkompetensi tata kelola sumber daya yang membuat rakyat menanggung beban kerugian akibat pemadaman di berbagai daerah.
Menurutnya, masalah yang terjadi bukan disebabkan oleh keterbatasan sumber daya mineral atau stok batu bara yang benar-benar habis, melainkan persoalan tata kelola dan kepentingan ekonomi.
"Pemadaman listrik bergilir ini sudah memberikan kerugian ekonomi yang luar biasa untuk masyarakat Indonesia, termasuk untuk para petani dan peternak. Kerugiannya langsung diderita masyarakat," tulis Ferry dalam caption unggahannya.
"Bukan karena mineralnya yang kurang, bukan karena stocknya yang terbatas tapi karena 'friksi ekonomi'. Inkompetensi yang luar biasa sekali memang," tandasnya.
Meski demikian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana melakukan pemadaman listrik.
Pemerintah memastikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas dan terus berupaya menjaga pasokan energi agar tetap aman.
Pernyataan tersebut diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat di tengah munculnya berbagai kabar mengenai potensi gangguan pasokan batu bara untuk sektor kelistrikan.
Kritik Ferry Irwandi menunjukkan bahwa publik masih menaruh perhatian besar terhadap tata kelola energi nasional, terutama ketika Indonesia yang kaya sumber daya alam justru dihadapkan pada persoalan yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini