Langkah ini menjadi bagian penting dalam peningkatan standar pelayanan darah di Kabupaten Jember, sekaligus memastikan kualitas dan keamanan produk darah sesuai standar nasional.
Meski progres berjalan cepat, evaluasi juga menyoroti sejumlah kebutuhan fasilitas yang masih dalam proses pemenuhan.
Beberapa di antaranya adalah Plasma Freezer FFP, Plasma Freezer PUF, serta Refrigerated Centrifuge (RC).
Sementara itu, alat Nucleic Acid Testing (NAT) disebut masih dalam kajian skema Kerja Sama Operasional (KSO).
Baca Juga: Siapkan Regenerasi Relawan PMI Jember, PMR Wira SMAN Mumbulsari Gelar Diklat Lanjutan
Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) UDD PMI Jember, Aep Ganda Permana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mempercepat pengadaan alat yang dibutuhkan untuk memenuhi standar CPOB.
“Kami siap mengadakan peralatan yang dibutuhkan. Beberapa sudah berjalan prosesnya, termasuk RC yang bisa segera dilaksanakan pengadaannya,” ujarnya.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyampaikan optimisme bahwa seluruh target sertifikasi dapat tercapai sesuai rencana.
Ia menilai kerja sama tim teknis dan pengadaan berjalan solid dan progresif.
Dengan capaian yang sudah mendekati final, PMI Jember berharap sertifikasi CPOB dapat menjadi tonggak penting dalam peningkatan mutu layanan darah, sekaligus menjamin keamanan bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi.
“Saya optimistis UDD PMI Kabupaten Jember mampu memenuhi seluruh persyaratan dan meraih sertifikat CPOB pada 2026,” tegasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!