Sabtu, 18 Juli 2026

Kejar Sertifikat CPOB 2026, PMI Jember Genjot Standar Mutu Layanan Darah Jelang Ramadhan dan Lonjakan Kebutuhan Pasca Lebaran

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Rabu, 11 Februari 2026 | 17:08 WIB
PMI Jember kejar perolehan Sertifikat CPOB. (Dok. PMI Jember)
PMI Jember kejar perolehan Sertifikat CPOB. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Upaya meningkatkan mutu pelayanan darah terus dilakukan PMI Jember sepanjang tahun 2026. Salah satu langkah strategis adalah mengejar sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik atau CPOB.

Langkah tersebut dimulai dengan kick off implementasi CPOB yang digelar Rabu siang, 11 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi tonggak awal peningkatan standar mutu pelayanan darah di Kabupaten Jember.

Implementasi CPOB memastikan seluruh proses produksi dilakukan secara konsisten. Setiap tahapan diarahkan agar aman, berkhasiat, dan bermutu tinggi sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Baca Juga: Geger Penemuan Bayi Perempuan dalam Kardus di Jember, Warga Temukan Surat Berisi Identitas hingga Pesan dari Orang Tua

Dorongan utama datang dari capaian ketersediaan darah yang terus menunjukkan tren positif. Pada Rabu sore, stok darah di PMI Jember tercatat sebanyak 1.558 kantong.

Jumlah tersebut dinilai mencerminkan kesiapan UDD PMI Jember dalam menghadapi lonjakan kebutuhan. Terlebih, Ramadhan segera tiba dan permintaan darah biasanya meningkat hingga sepekan pasca Lebaran.

"Capaian darah di UDD PMI Jember melesat sampai 1500 kantong, dan saya sangat mengapresiasi terlebih jelang bulan suci ramadan dimana banyak masyarakat membutuhkan darah hingga H+7 lebaran nanti," kata Zainollah S.Pd, Ketua PMI Jember.

Baca Juga: Fenomena Langka! Muncul Air Terjun 'Dadakan' di Tebing Pantai Papuma Jember, Tarik Perhatian Wisatawan

Peningkatan kapasitas ini dibarengi dengan serangkaian persiapan menuju sertifikasi CPOB. UDD PMI Jember melengkapi berbagai dokumen yang menjadi syarat utama proses sertifikasi.

Kesiapan peralatan medis juga menjadi fokus penting. Setiap perangkat diperiksa untuk memastikan kesesuaian dengan standar operasional yang ditetapkan BPOM.

Selain itu, kelayakan bangunan, sistem sanitasi, serta penerapan higiene menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh. Seluruh aspek tersebut diarahkan untuk menjamin keamanan produk darah.

Tenaga medis dan seluruh pegawai UDD PMI Jember juga mendapatkan penguatan kapasitas. Pelatihan internal dilakukan untuk memastikan pemahaman prosedur sesuai standar CPOB.

"Bahkan seluruh pegawai di UDD PMI Jember sebelumnya juga melakukan studi tiru ke UDD PMI yang sudah mendapatkan sertifikat CPOB, disana kita belajar agar UDD PMI kabupaten Jember juga bisa memperoleh sertifikat CPOB," tambah dr. Achmad Zain Wahyudi, M.Kes., FISQua., CHRA, Kepala UDD PMI Jember.

Studi tiru tersebut difokuskan pada sistem manajemen mutu dan pengendalian proses produksi. Hasil pembelajaran menjadi referensi utama dalam implementasi di Jember.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X